Kamis, 21 Mei 2026

DPRD  Jabar Dorong Penataan Lingkungan Menyeluruh Dari Hulu Hingga Hilir

Kabupaten Sumedang menjadi salah satu daerah yang cukup sering dilanda longsor. Sejumlah titik rawan tercatat mengalami pergerakan tanah.

Tayang:
Tribun Jabar
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat, Heri Ukasah Sulaeman, dalam kegiatan penanaman pohon. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPRD Jabar Heri Ukasah Sulaeman mendesak evaluasi menyeluruh terhadap implementasi tata ruang guna menghentikan alih fungsi lahan pemicu bencana. 
  • Ia menekankan pentingnya sinergi penanganan dari hulu melalui gerakan penanaman pohon hingga ke hilir lewat pembenahan infrastruktur dan pengerukan sungai. 
  • Langkah konkret ini diperlukan untuk melindungi kawasan produktif serta mengurangi risiko longsor dan banjir yang kian sering melanda Jawa Barat.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bencana alam dalam beberapa waktu terakhir kian sering terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air. Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang turut merasakan dampaknya. Memasuki musim hujan dengan kondisi cuaca yang ekstrem, kejadian banjir dan longsor muncul berulang kali di berbagai titik.

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di satu wilayah tertentu. Sejumlah daerah di Jawa Barat, baik yang berstatus kota maupun desa, sama-sama terdampak bencana. Karakter bencananya pun berbeda sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Di kawasan perkotaan, genangan air kerap merendam area permukiman warga. Sementara itu, di wilayah pedesaan, peristiwa longsor lebih sering terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Kabupaten Sumedang menjadi salah satu daerah yang cukup sering dilanda longsor. Sejumlah titik rawan tercatat mengalami pergerakan tanah, termasuk pada ruas jalan yang memiliki tingkat lalu lintas cukup tinggi.

Salah satu lokasi yang kerap terdampak adalah jalur Cadas Pangeran. Longsor di kawasan tersebut tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga menghambat mobilitas warga.

Rangkaian peristiwa bencana tersebut dinilai tidak bisa ditangani secara parsial. Upaya penanganan perlu dirancang secara menyeluruh dari kawasan hulu hingga ke wilayah hilir. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat dari Daerah Pemilihan Kabupaten Sumedang, Majalengka, dan Subang, Heri Ukasah Sulaeman, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Heri menyampaikan bahwa langkah awal dalam merumuskan solusi penanganan bencana alam harus dimulai dari penyusunan kebijakan yang kuat dan terarah.

Menurut Heri, kebijakan yang dimaksud berkaitan langsung dengan regulasi tata ruang. Berbagai kejadian bencana yang melanda wilayah Jawa Barat perlu dievaluasi untuk melihat sejauh mana implementasi tata ruang benar-benar dijalankan sesuai ketentuan.

"Sehubungan dengan hal itu pihak legislatif Jabar menyarankan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkab/Pemkot melakukan evaluasi atas pelaksanaan tata ruang dalam penyelenggaraan pembangunan di berbagai sektor," kata Heri.

Ia menambahkan, evaluasi menyeluruh terhadap pemanfaatan tata ruang menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Pasalnya, salah satu pemicu bencana yang terjadi saat ini berkaitan dengan alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

"Melalui evaluasi tentang pemanfaatan tata ruang, alih fungsi dapat segera dihentikan, hutan dapat dipertahankan, dan sawah produktif tetap dipertahankan," kata Heri.

Penguatan Hulu Lewat Kawasan Hijau

Selain pembenahan kebijakan, Heri menilai langkah konkret di sektor hulu juga perlu diperkuat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memperluas kawasan hijau di berbagai wilayah.

Langkah tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan gerakan penanaman pohon, khususnya di kawasan hutan, area perkebunan, serta lahan-lahan yang selama ini terbengkalai.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved