Perusahaan Bus Pariwisata di Cimahi Dorong Sopir Kerja Serabutan Imbas Kebijakan Dedi Mulyadi
Pihak perusahaan bus pariwisata di Kota Cimahi, Jawa Barat, tak dapat berbuat banyak terhadap nasib puluhan sopir maupun kondektur.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Giri
Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pihak perusahaan bus pariwisata di Kota Cimahi, Jawa Barat, tak dapat berbuat banyak terhadap nasib puluhan sopir maupun kondektur di tengah terpuruknya usaha. Keadaan saat ini imbas kebijakan larangan study tour dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Para sopir dan kondektur didorong untuk mencari pekerjaan lain alias serabutan sebari menunggu panggilan dari perusahaan saat ada pesanan bus pariwisata.
"Jumlah sopir kami ada 10, kondektur ada 10. Kita terpaksa dorong mereka nyari serabutan lain. Kita juga kasihan kalau mereka ditahan di PO tidak ada pemasukan," kata perwakilan PO Bus Pariwisata PT Kaliptra Pesona Mandiri (KPM), Alex Firmansyah, Senin (28/7/2025).
Alex mengungkapkan, perusahaannya kian terpuruk setelah ada kebijakan larangan study tour yang keluar pada 6 Mei 2025. Pesanan bus pariwisata terus merosot hingga 50 persen hingga berdampak pada job sopir yang makin minim.
Baca juga: Dampak Larangan Study Tour, Sopir Bus Asal Cimahi Curhat Sering Dimarahi Istri karena Menganggur
"Makanya kita saranin cari kerjaan lain dulu. Ketika ada yang jalan, kita panggil," ungkapnya.
Alex begitu prihatin dengan nasib para sopir dan kondektur yang biasa bekerja di perusahaan. Bahkan, sejumlah sopir telah mengalami kesulitan untuk sekadar membeli beras.
"Kalau kata orang Sunda kan dapur kudu ngebul. Ada yang bilang, kita buat beli beras juga susah. Ya kita mau bagaimana, keadaan seperti ini. Kami tetap usahakan, kalau ada kebijakan, misal, ngasi beras atau bagaimana, kita panggil. Kalau ada jalan, kita panggil lagi. Itu rezeki," ucapnya.
Baca juga: Keluh Kesah Pengusaha Bus Pariwisata Asal Cimahi: Terpuruk Dampak Larangan Study Tour Dedi Mulyadi
Pilih dihujat
Mengenai kebijakan larangan study tour yang dikeluarkan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkap mending dihujat.
Sejak menjadi gubernur, Dedi memang melarang sekolah melaksanakan study tour. Langkah itu membuat pelaku pariwisata mengeluh.
Bahkan sopir bus pariwisata melakukan demonstrasi ke Gedung Sate, Kota Bandung, beberapa hari lalu.
Dedi pun mengungkap alasan melawang study tour saat hadir dalam acara bertajuk ‘Nganjang Ka Warga’ di Lapangan Softball GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jumat (25/7/2025) malam.
“Kalau sudah celaka seperti yang di Depok, siapa yang mau tanggung jawab? Saya saya juga. Mending dihujat oleh sebagian, tapi saya bisa menyelamatkan semua orang,” kata Dedi di hadapan warga, dilansir dari TribunnewsBogor.com.
Dedi mengatakan, pihak sekolah harusnya bisa kreatif dalam membentuk karakter siswa meski tanpa kegiatan study tour.
Baca juga: Dampak Larangan Study Tour Dedi Mulyadi, Pengusaha Pariwisata di Jabar Jual Bus hingga PHK Karyawan
| Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, Pemkab Jatuhkan Sanksi Potong TPP |
|
|---|
| 64 Ribu Pendaftar Berebut 18 Ribu Kursi Sekolah Maung, Jalur Prestasi Rapor Mendominasi |
|
|---|
| Ratusan Ribu Wisatawan Kunjungi Jabar saat Libur Panjang Iduladha, Pangandaran Masih Jadi Primadona |
|
|---|
| Libur Panjang Mei 2026: Volume Kendaraan ke Lembang Membeludak, Hari Ini Diprediksi Arus Balik |
|
|---|
| Usung Slogan 'Lembur Diurus, Kota Ditata', Dedi Mulyadi Siapkan 2 Skenario Sulap Jalan Desa di Jabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Muhammad-Ridwan-alias-Marwan-sopir-bus.jpg)