Senin, 4 Mei 2026

Dampak Larangan Study Tour, Sopir Bus Asal Cimahi Curhat Sering Dimarahi Istri karena Menganggur

Minimnya pesanan bus pariwisata membuat sopir bus lebih banyak menganggur di rumah.

Tayang:
tribunjabar.id / Rahmat Kurniawan
Muhammad Ridwan alias Marwan, sopir bus pariwisata asal Kota Cimahi lebih banyak menganggur dampak kebijakan larangan study tour. 

Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Raut lesu terpancar dari wajah Muhammad Ridwan (45), sopir dari PO Bus KPM, Kota Cimahi. Saat ditemui, pria yang kerap disapa Marwan itu tengah duduk bersandar di bagasi bus.

Wajah lesu Marwan bukan hanya karena capai usai mengantar rombongan pariwisata, tapi karena beban yang dirasa semakin berat dampak adanya larangan study tour yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.

Bagaimana tidak, minimnya pesanan bus pariwisata membuat dirinya lebih banyak menganggur di rumah.

"Untuk zaman bapak KDM sekarang mah banyak di rumah, sebulan biasanya 15 sampai 20 kali keluar (mengantar rombongan wisata), sekarang 2 atau 3 kali aja sudah bersyukur alhamdulillah," kata Marwan saat ditemui, Senin (28/7/2025).

Tekanan yang dialami Marwan semakin berat karena penghasilannya tak dapat lagi memenuhi kebutuhan keluarga. Tak jarang, hal tersebut membuat hubungan Marwan dan Istri menjadi tak harmonis.

"Kacau kita sekarang, istri di rumah marah-marah, semuanya kan harus dipenuhi. Saya anak 4," ujarnya.

Marwan bukan orang yang pasrah dengan keadaan, sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, Marwan telah berupaya melamar pekerjaan ke sejumlah perusahaan bus pariwisata lain.

"Ngelamar udah banyak, ke PO PO Bus yang saya tau dan kemana saja. Tapi ya gitu, harus ada jaminan (uang), kita kerja kan buat nyari uang, saya tidak sanggup," tegasnya.

Marwan berharap Dedi Mulyadi mencabut Surat Edaran (SE) Nomor 45/PK.03.03.KESRA. Setidaknya, Kang Dedi Mulyadi alias KDM bisa membuat regulasi agar perusahaan bus pariwisata tidak semakin terpuruk.

"Kalau bisa bapak Dedi Mulyadi, kebijakan seperti itu seharusnya dicabut saja, mana yang sanggup dipersilahkan buat piknik, study tour jangan merugikan warga, Jabar termasuk saya," tandasnya.

Pelaku usaha pariwisata memblokade Flyover Pasupati dengan cara menghentikan bus pariwisata yang mereka tumpangi usai menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (21/7/2025).
Pelaku usaha pariwisata memblokade Flyover Pasupati dengan cara menghentikan bus pariwisata yang mereka tumpangi usai menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (21/7/2025). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Keluh Kesah Pengusaha

Pengusaha bus pariwisata Kota Cimahi mengalami kondisi kian terpuruk akibat adanya larangan study tour yang diberlakukan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Pelarangan study tour sekolah diberlakukan Dedi Mulyadi melalui Surat Edaran (SE) Nomor 45/PK.03.03.KESRA pada 6 Mei 2025.

PO Bus PT Kaliptra Pesona Mandiri (KPM) Kota Cimahi misalnya, mereka mengaku mengalami penurunan pesanan hingga 50 persen.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved