Jumat, 10 April 2026

Peretasan Data Pribadi di Jabar

Bantahan Sekda Jabar, Kebocoran Data Jutaan Warga Jabar Itu Bohong Belaka

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, memastikan, klaim jutaan data warga bocor merupakan kabar bohong atau hoaks. 

|
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman/arsip
DIWAWANCARAI - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman saat diwawancarai di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (16/6/2025) malam. Herman memastikan, klaim jutaan data warga bocor merupakan kabar bohong atau hoaks.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, memastikan, klaim jutaan data warga bocor merupakan kabar bohong atau hoaks. 

Herman mengatakan, pihaknya langsung melakukan kroscek dan validasi sesuai arahan dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, setelah ada mendapat informasi adanya dugaan kebocoran data dari media sosial X.

“Kami sudah lakukan penelusuran, validasi, dan hasilnya tidak ada kebocoran data. Informasi yang disampaikan oleh digital ghost itu hoaks atau tidak benar. Kabar bohong,” ujar Herman, Senin (28/7/2025). 

Menurutnya, informasi yang ada di media sosial itu merupakan klaim sepihak yang dilakukan orang tak bertanggung jawab untuk memancing pembeli di dark web.

“Itu teknik biar dipercaya oleh pasar dan kemudian diperjualbelikan di dark web. Yang benar, di kami tidak ada kebocoran data,” katanya. 

Herman mencontohkan, dari data yang tersebar di media sosial itu sudah dicocokkan dengan yang ada di Pemerintah Provinsi Jabar. 

Baca juga: Pemkot Bandung Klaim Data Warganya Aman di Tengah Dugaan 4,6 Juta Data Milik Jabar Bocor

“Contoh, ada nama Herman, ternyata NIK-nya lain, usianya lain, alamatnya juga lain. Jadi, data tersebut bukan dari Pemda Provinsi Jawa Barat. Di kami tidak ada kebocoran data,” ucapnya. 

Pihaknya pun telah melakukan langkah-langkah pengamanan data sesuai dengan standar operasional dan prosedur dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik. 

“Mulai dari akses jaringan, kemudian semua aplikasi yang digunakan oleh Pemda Provinsi Jabar kami pastikan dilengkapi dengan pengamanan, kami lakukan pen-test (uji penetrasi) secara reguler terhadap semua aplikasi. Ketiga terkait server, kami juga itu dibangun sendiri dan ada di dalam data centre kami, kemudian ada backup-nya juga di data recovery centre dan kami pastikan aman,” katanya. 

Dari sisi kelembagaan, dia mengatakan, sudah membentuk computer security, incident, response, tim.

"Tim yang bekerja 1x24 Jam, apabila ada indikasi gangguan keamanan, apabila ada indikasi serangan dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab,” ucap dia.

Analisis pakar

Pakar keamanan siber dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Budi Rahardjo, menganalisis terkait dugaan 4,6 juta data pribadi warga Jawa Barat yang diretas oleh hacker.

Budi mengatakan, dugaan kebocoran data tersebut kemungkinan besar valid karena pola seperti ini lazim terjadi dalam praktik jual beli data dark web. Tetapi untuk memastikan benar atau tidaknya tetap harus dilakukan verifikasi.

"Biasanya kalau yang kayak gini sih betul ya. Tapi kita harus verifikasi dulu kan banyak ya kejadian-kejadian seperti ini, ada yang ditaruhnya langsung di dark web, ada yang biasanya postingannya di Reddit, lazim lah dilakukan seperti ini sih," ujar Budi, Minggu (27/7/2025).

Baca juga: 4,6 Juta Data Warga Jabar Diduga Bocor Diretas Hacker, Diskominfo Koordinasi dengan Polda Jabar

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved