Respons Dedi Mulyadi saat 3 Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat Izinkan Study Tour
Sejumlah kepala daerah di Jawa Barat kembali mengizinkan sekolah menggelar kegiatan study tour.
Penulis: Salma Dinda Regina | Editor: Salma Dinda Regina
TRIBUNJABAR.ID - Sejumlah kepala daerah di Jawa Barat kembali mengizinkan sekolah menggelar kegiatan study tour.
Sikap ini jelas kontras dengan kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui Surat Edaran Nomor 45/PK.03.03/KESRA, Dedi secara resmi melarang kegiatan study tour bagi pelajar.
Sebagai informasi, study tour merupakan kegiatan perjalanan yang dirancang khusus untuk tujuan pendidikan. Biasanya kegiatan ini melibatkan kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki nilai edukatif tinggi, seperti museum, situs bersejarah, pusat penelitian, universitas, atau perusahaan, untuk memberikan pengalaman belajar langsung bagi siswa atau peserta.
Kini, terdapat tiga kepala daerah yang menyatakan sikap berbeda dengan kebijakan provinsi tersebut. Mereka adalah Wali Kota Bandung, Wali Kota Cirebon, dan Bupati Bandung.
Baca juga: Soal Study Tour, Bupati Bandung Sebut Ada Manfaat dan Tak Cuma Main, Minta Larangan Diikuti Solusi
Lalu, bagaimana kata para kepala daerah tersebut dan respons Dedi Mulyadi?
1. Wali Kota Bandung
Wali Kota Bandung, Muhamad Farhan, mengatakan, pihaknya tidak melarang kegiatan study tour di sekolah-sekolah selama tidak berkaitan dengan penilaian akademik.
“Boleh, selama itu tidak ada hubungan dengan nilai akademik,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (21/7/2025).
Bahkan, ia tidak mempermasalahkan bila sekolah menggelar study tour ke luar daerah atau provinsi.
“Mangga weh (silakan saja), saya tidak bisa melarang, masa saya larang. Kalau Bandung sendiri mah bebas, ini kota terbuka, terbuka itu artinya masuk boleh, keluar juga boleh gitu ya” tambahnya.
Ia menilai, larangan study tour dikhawatirkan akan memperburuk kondisi industri pariwisata yang kini sedang mengalami penurunan pendapatan.
"Sangat (berpengaruh ke pendapatan). Cek ke Saung Udjo, jangan tanya saya. Kota mah tidak bisa melarang, kebijakan kota mah simpel. Study tour dilarang apabila dihubungkan dengan prestasi akademik," ujarnya.
Baca juga: Respons Dedi Mulyadi soal Demo Pekerja Pariwisata, Ogah Cabut Larangan Study Tour: Demi Rakyat
Ia juga mengingatkan, kegiatan study tour tidak boleh dikaitkan dengan kewajiban akademik siswa. Artinya, siswa yang tidak mampu mengikuti kegiatan tersebut tidak boleh diberikan tugas pengganti yang memengaruhi nilai sekolah mereka.
"Study tour mah study tour we, asal tidak ada hubungan dengan nilai. Jadi yang sanggup bayar, yang enggak sanggup enggak usah bayar (ikut). Tanggung jawab, kepala sekolah dan orang tua sudah dewasa," ucap Farhan.
Ia menyebutkan, selama ini cukup banyak sekolah swasta di Bandung, termasuk jenjang SMA, yang mengadakan study tour ke luar negeri seperti ke Australia maupun Amerika Serikat.
Gubernur Jawa Barat
larangan study tour
Wali Kota Bandung
Wali Kota Cirebon
Bupati Bandung
Dedi Mulyadi
Effendi Edo
Muhammad Farhan
Dadang Supriatna
| NGULIK : Wamen Nezar Patria Minta ASN Kota Bandung Jadi Pelopor Implementasi AI Nasional |
|
|---|
| Kegiatan Erwin Setelah Status Tersangkanya Gugur, Datangi Acara di Masjid Al-Ukhuwwah |
|
|---|
| PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Siap-siap Cek Rekening, Gaji Ke-13 Segera Cair Minggu Depan |
|
|---|
| Warga Bandung Harap Sabar, Dedi Mulyadi Targetkan Kabel Semrawut Beres di 2027 |
|
|---|
| Erwin Ungkap Aktivitasnya Sebelum Terbebas dari Jerat Hukum, Pekan Depan Ngantor Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/M-Farhan-Dedi-Mulyadi.jpg)