Senin, 4 Mei 2026

Nodai Event Lari di Bandung dengan Aksi Bagi Bir, Freerunners Mendapat Sanksi

Komunitas lari Freerunners harus menerima konsekuansi setelah aksi bagi-bagi bir dalam event lari di Kota Bandung, akhir pekan lalu.

Tayang:
Editor: Giri
Kolase Tribunjabar.id/Hilman Kamaludin, tangkapan video viral
DISANKSI PEMKOT - Perwakilan Komunitas lari Freerunners Bandung dan Pace & Place menandatangani surat kesediaan disanksi Pemkot Bandung, Kamis (24/7/2025). Dua komunitas yang terlibat dalam bagi-bagi bir di acara Pocari Sweat Run 2025. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komunitas lari Freerunners harus menerima konsekuansi setelah aksi bagi-bagi bir dalam event lari di Kota Bandung, akhir pekan lalu. Aksi bagi bir itu hasil kerja sama dengan komunitas Pace and Place.

Atas kegiatan itu, pihak Pocari Sweat menyatakan Freerunners tidak akan bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya.

Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya aksi bagi-bagi bir tersebut.

Baca juga: Bagi-bagi Bir di Pocari Sweat Run, Komunitas Lari Didenda Rp5 Juta dan Bersihkan Balkot 2 Minggu

"Karena kegiatan ini (bagi-bagi bir) sama sekali tidak ada pemberitahuan ataupun meminta izin ataupun persetujuan dari pihak penyelenggara," ujar Puspita yang juga pihak panitia Pocari Sweat Run 2025 di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/7/2025).

Aksi bagi-bagi bir tersebut, kata dia, atas inisiatif dari komunitas Freerunners dan Pace and Place. Padahal tujuan dari event  ini tentunya untuk memberikan kontribusi terhadap kesehatan masyarakat.

"Tetapi terjadi hal seperti ini (bagi-bagi bir), jadi kami merasa sangat-sangat dirugikan dari segi kredibilitas maupun reputasi dari event itu sendiri," kata Puspita.

Pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung karena memberikan sanksi sesuai dengan peraturan pemerintah. Sehingga pihaknya akan mengikuti semua prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Puspita pun mempertimbangkan langkah blacklist untuk dua komunitas lari tersebut untuk dilibatkan pada event selanjutnya. Tetapi untuk mengambil langkah tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu.

"Ya, nanti kami akan bicarakan kepada pihak Freerunners. Tentunya dengan kejadian seperti ini, ada hal yang akan kami tegaskan. Mungkin Freerunners juga tidak bisa mengikuti acara Pocari selanjutnya," ucapnya.

Baca juga: Kapten Freerunners Bandung Muncul ke Publik, Siap Tanggung Jawab atas Adanya Bir di Pocari Sweat Run

Komunitas Pace and Place, adalah sebuah komunitas yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan diri, khususnya di bidang pendidikan inklusif dan pengembangan potensi individu. Pace memiliki visi untuk menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, serta menjaga kelestarian budaya.

Sementara Komunitas freerunners adalah kelompok atau komunitas orang yang mempraktikkan dan menekuni freerunning, yaitu seni bergerak bebas di lingkungan perkotaan maupun alam dengan teknik lompat, panjat, putaran, dan gerakan akrobatik yang kreatif. Freerunning berasal dari parkour, tapi menambahkan unsur ekspresi diri dan gaya akrobatik. 

Disanksi

Buntut bagi-bagi bir di acara Pocari Sweat Run 2025, dua komunitas lari mendapat sanksi tegas dari Pemerintah Kota Bandung. Sanksi itu berupa teguran tertulis.

Kemudian Komunitas Pace and Place harus mengumumkan pelanggaran di media massa berupa permohonan maaf secara terbuka dan juga pembayaran biaya paksaan penegak hukum sebesar Rp 5 juta .

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved