Dampak Larangan Study Tour Dedi Mulyadi, Pengusaha Pariwisata di Jabar Jual Bus hingga PHK Karyawan
Dampak dari larangan study tour Dedi Mulyadi, DMH Trans menjual lima unit busnya, sementara PO Bus Smindo Trans, Rachmat harus mem-PKH karyawannya.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Koordinator Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB), Herdis Subarja menyebut kondisi ini sebagai "tamparan berlapis."
Pasalnya, sektor ini sudah lebih dulu tertekan akibat lesunya perekonomian global, lalu kembali dipukul oleh kebijakan mendadak dari pemerintah daerah.
Menurut Herdis, hingga pertengahan Juli 2025, sudah ada sedikitnya delapan perusahaan di Depok, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung yang mulai merumahkan sopir dan kru busnya.
"Perusahaan kehilangan pasar dan kehilangan aset, maka yang pertama jadi korban adalah tenaga kerja," kata Herdis.
Pihaknya mencatat ada sekitar 7.000 orang yang bergantung pada sektor ini di Jawa Barat, terdiri dari pekerja formal dan informal mulai dari sopir, helper, tenaga operasional, hingga staf marketing dan admin.
Tanpa intervensi pemerintah, gelombang pemutusan hubungan kerja hanya tinggal menunggu waktu.
"“Kalau tidak ada langkah penyelamatan, PHK massal akan jadi kenyataan. Ini bukan hanya tentang bisnis, tapi juga keberlangsungan ribuan keluarga," kata Herdis.
Baca juga: Nestapa Pengusaha Bus Pariwisata di Jabar Terpukul Larangan Study Tour, Satu Per Satu Bus Dijual
Ia juga menyayangkan bahwa Pemprov Jabar tidak pernah mengajak duduk bersama para pengusaha sebelum kebijakan itu diterbitkan.
"Gubernur sepertinya tidak peduli akan nasib pelaku usaha dan pekerja sektor ini. Bahkan Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman dalam sebuah pernyataannya, bahwa kebijakan pelarangan study tour sekolah telah melalui kajian. Kajian, ini kajian apa dan kapan kajian itu dilakukan serta data-data kajian yang menjadi dasarnya apa saja," jelas Herdis.
Sementara itu, solidaritas para pekerja pariwisata Jabar akan terus mengawal isu ini.
Herdis menambahkan, jika tak ada respon dari Pemprov, mereka siap melayangkan permintaan langsung kepada pemerintah pusat.
Harapannya, kata dia, ada jalan tengah yang bisa menyelamatkan usaha dan tenaga kerja, tanpa mengabaikan aspek keselamatan yang jadi alasan utama pelarangan.
Dedi Mulyadi Tetap Melarang
Sebelumnya, Dedi Mulyadi baru saja mendapatkan protes besar-besaran dari para pelaku wisata yang berdemo di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (21/7/2025).
Para pelaku wisata tersebut tergabung dalam Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) yang melakukan blokade di sekitar jalanan Gedung Sate.
larangan study tour
Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi
pengusaha bus pariwisata
DMH Trans
PO Bus Smindo Trans
| Pemalakan Mobil Pelat B di Dago Viral, Dedi Mulyadi Sentil Preman di Jabar: Tak Segan Proses Hukum |
|
|---|
| Lanjutkan Instruksi Dedi Mulyadi, DLH Segera Angkut Ribuan Ton Sampah dari 4 TPS di Kota Bandung |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Tegas Soal Premanisme di Bandung: Cari Rezeki Halal, Jangan Lakukan Pemalakan! |
|
|---|
| Diserang Video Viral Warga Kaltim dan Pangandaran, Dedi Mulyadi Ogah Marah Malah Kirim Bantuan |
|
|---|
| Ke Papua, Dedi Mulyadi Soroti Pengetahuan Masyarakat Adat, Puji Rumah Korowai Sains Tingkat Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/larangan-study-tour-dedi-mulyadi.jpg)