Rabu, 13 Mei 2026

Waspadai Bahaya Diabetes Pada Mata: Retinopati Hingga Risiko Kebutaan

TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG – Diabetes mellitus tidak hanya menyerang organ dalam seperti jantung dan ginjal, tetapi juga memiliki dampak serius pada kes

Tayang:
Istimewa
Waspadai Bahaya Diabetes Pada Mata: Retinopati Hingga Risiko Kebutaan 

TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG – Diabetes mellitus tidak hanya menyerang organ dalam seperti jantung dan ginjal, tetapi juga memiliki dampak serius pada kesehatan mata. Gangguan penglihatan yang disebabkan oleh diabetes sering kali berkembang tanpa disadari hingga mencapai tahap yang membahayakan. 

Hal ini disampaikan oleh dr. Chalid Kurniawan, Sp.M., M.Kes, Dokter Spesialis Mata dari Santosa Hospital Bandung Central. 

dr. Chalid Kurniawan, Sp.M., M.Kes, Dokter Spesialis Mata
dr. Chalid Kurniawan, Sp.M., M.Kes, Dokter Spesialis Mata

Menurut dr. Chalid, gangguan mata yang paling umum terjadi akibat diabetes antara lain adalah retinopati diabetik (DR), katarak, dan edema makula diabetik (DME). 

"Retinopati diabetik merupakan gangguan pada retina akibat kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama. Ini merupakan komplikasi paling serius dan bisa menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani,” ujarnya.

Retinopati diabetik terbagi menjadi dua tahap, yaitu non-proliferatif (NPDR) dan proliferatif (PDR). Bentuk NPDR biasanya tidak menunjukkan gejala awal dan baru terdeteksi saat sudah cukup parah. 

Santosa Hospital Bandung Central
Santosa Hospital Bandung Central (Istimewa)

"Prevalensi globalnya di antara pasien diabetes mencapai 34,6 persen," kata dr. Chalid.  

Sementara itu, katarak pada pasien diabetes cenderung muncul lebih awal dibandingkan populasi umum. 

“Tipe yang sering ditemukan adalah katarak subkapsular posterior,” katanya.

Katarak ini terbentuk akibat perubahan biokimia pada lensa akibat akumulasi sorbitol dan fruktosa dalam jalur poliol.

Edema makula diabetik (DME), yang merupakan komplikasi lanjut dari retinopati, terjadi akibat kebocoran pembuluh darah di sekitar makula, menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi. Ini merupakan kondisi kritis yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak segera ditangani.

Selain itu, diabetes juga meningkatkan risiko mata kering, glaukoma, kesulitan dilatasi pupil, dan kerusakan saraf mata.

“Mekanisme dasarnya adalah hiperglikemia yang memicu kerusakan mikrovaskular dan gangguan metabolik,” terang dr. Chalid.

Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa retinopati diabetik menyebabkan 4,8 persen dari seluruh kebutaan di dunia. Di Indonesia, retinopati bahkan menjadi komplikasi kedua terbanyak setelah kerusakan ginjal pada penderita diabetes

“Prevalensi DR di Indonesia mencapai 43,1 persen, jauh di atas rata-rata global,” tambahnya.

Namun, tidak semua penderita diabetes pasti mengalami kebutaan. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved