Bandingkan dengan SMA Favorit, Dedi Mulyadi Minta Sekolah Swasta Tak Perlu Khawatir Kurang Siswa
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengimbau sekolah swasta agar tidak perlu khawatir kekurangan murid dengan kebijakan rombel baru.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Kemal Setia Permana
Dedi Mulyadi Minta Sekolah Swasta Tak Perlu Khawatir Kekurangan Murid
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengimbau sekolah swasta agar tidak perlu khawatir kekurangan murid, meski sekolah negeri menambah jumlah rombongan belajar (rombel) dari maksimal 36 menjadi 50 siswa per kelas.
Menurut Dedi Mulyadi, saat ini masih ada sekitar 400 ribu siswa yang tidak tertampung ke sekolah negeri dan bisa dimaksimalkan sekolah swasta.
"Jadi, masih banyak siswa ini gitu loh, apalagi sekolah swasta favorit. Sudah full, mereka sudah tidak buka pendaftaran lagi," ujar Dedi, dikutip Sabtu (5/7/2025).
Baca juga: Miris, SMA Swasta di Bandung Timur Ini Baru Terima 2 Siswa Baru Padahal Gratis SPP dan DSP
Dedi berdalih penambahan rombel sudah disesuaikan berdasarkan jumlah serta kebutuhan penduduk di suatu wilayah.
"Jadi, begini. Kan dari data yang saya lihat, itu tidak semua kelas itu bisa 50 ada sekolah-sekolah (negeri) malah kekurangan siswa," katanya.
Dedi mencontohkan di daerah terpencil seperti Kabupaten Bandung, Kota Depok, Kabupaten Bekasi serta Bogor rombelnya tak sampai 36 murid.
"Karena dulu membuat sekolah tidak didasarkan pada jumlah penduduk pada sebuah wilayah. Nah, ini yang harus menjadi kajian kita, sehingga angka 50 itu bisa jadi ada yang satunya 50, ada yang lain hanya 30 atau 20," katanya.
Dedi mengklaim sudah menghitung jumlah kursi dan bangunan yang dibutuhkan untuk penambahan rombel di lembaga satuan pendidikan negri tertentu.
Baca juga: Momen Unik Saat Bobotoh Rela Rebahan Intip Latihan Persib Bandung Dari Celah Sempit
"Saya sudah menghitung berapa kebutuhan kursi, berapa kebutuhan jumlah bangunan. Jadi yang nanti muridnya 50 itu nanti ditambah bangunannya, sehingga nanti ada 35, ada 30, ada 25, rasionya seperti itu," ucapnya.
Sebelumnya, Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jawa Barat (FKSS JABAR) menolak rencana Pemprov Jabar menambah kuota rombel di setiap satuan lembaga pendidikan negeri dari 36 menjadi menjadi 50 siswa.
Ketua Umum FKSS Jabar, Ade D. Hendriana, mengatakan penambahan rombel ini ditakutkan bakal berdampak terhadap mutu pendidikan di sekolah swasta.
Termasuk berpotensi terhadap tutupnya sekolah swasta karena kekurangan murid.
"Jika Rencana Kuota sekolah negeri ditambah menjadi 50 siswa per rombel akan berdampak pada mutu pendidikan terancam menurun, guru sertifikasi kekurangan jam dan banyak sekolah swasta yang berpotensi tutup dan berdampak pada kepada Guru dan karyawan," ujar Ade. (*)
Sosok Ahmad, Pedagang di Bandung Barat Viral Bagi-bagi Donat, Kini Ketiban Rezeki dari Dedi Mulyadi |
![]() |
---|
Dedi Mulyadi Apresiasi Polres Indramayu karena Cepat Tangkap Pembunuh Putri Apriyani |
![]() |
---|
Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Jabar Segera Berakhir, Jangan Sampai Terlewat |
![]() |
---|
Pengamat Respons SE Gubernur Dedi Mulyadi Soal Larangan Knalpot Tak Sesuai Spesifikasi |
![]() |
---|
Pedagang Bandung Respons Larangan Knalpot Brong: Kami Hanya Penuhi Permintaan Pasar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.