Mak Eha Siapkan Beras Ketan 12 Kg untuk KDM Tapi Gagal Bertemu dan Kecewa: Saya Pernah Dibantu
Soleha (50) atau Ma Eha seorang pedagang kacang di Garut kecewa tidak bisa bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Soleha (50) atau Ma Eha seorang pedagang kacang di Garut kecewa tidak bisa bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
KDM sebelumnya datang ke Kabupaten Garut untuk meresmikan Kurikulum Nya'ah ka Indung di Pendopo Garut, Selasa (1/7/2025) siang.
Padahal menurut Eha, dia sudah mempersiapkan diri sejak kemarin dengan menyiapkan beras ketan sebanyak 12 kilo gram untuk orang nomor satu di Jawa Barat itu.
"Saya itu mau memberikan ketan 12 kilo, rasa ingat saya (pernah dibantu) dari saya pedagang kacang," ujarnya dalam bahasa Sunda saat diwawancarai Tribunjabar.id.
Ia menuturkan bahwa sejak acara berlangsung, dirinya sudah berada di luar pendopo untuk menunggu KDM. Bahkan, menurut Eha, ia telah berada di rumah dinas Bupati Garut sejak pukul 09.00 pagi.
Baca juga: Kisah Saryono di Sukabumi, 33 Tahun Ngajar Dihonor Rp350 Ribu, Dibayar 3 Bulan Sekali Jika BOS Cair
Namun, niatnya untuk bertemu dengan KDM tidak terlaksana, karena orang nomor satu di Jawa Barat itu langsung pulang tanpa menyapa masyarakat yang telah menunggu di halaman depan gedung pendopo.
"Saya nyari-nyari di depan Pendopo, tapi Pak Gubernur jalannya ke belakang jadi tidak ketemu," ungkapnya.
Eha menjelaskan bahwa beras ketan itu disiapkannya untuk KDM sebagai ucapan terimakasih karena satu tahun yang telah membantu keluarganya.
Ia mengingat, bantuan tersebut berupa modal usaha hingga biaya pendidikan untuk anaknya.
Eha diketahui merupakan warga Kampung Cigadog, Desa Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat
"Inget dulu memberikan uang modal 10 juta ke anak sekolah, sekarang sudah beres sekolahnya, tinggal mau masuk kerja," jelasnya.
Beras ketan yang gagal diberikan ke gubernur itu akhirnya diberikan kepada Sekda Garut, Nurdin Yana.
Baca juga: "AKUR Erwan dan Herman Berpelukan di Rapat Paripurna, Buky Sebut Wajah Wagub Lebih Cerah
Sekda Garut tersebut kata Eha, juga kerap membantunya dengan membeli dagangannya.
"Jadinya diberikan ke Pak Sekda," katanya.
Meski gagal bertemu KDM, Eha tak berkecil hati, ia akan menunggu gubernur Jawa Barat berkunjung kembali ke Kabupaten Garut.
Bahkan dirinya sudah menyiapkan 20 kilo gram beras ketan untuk diberikan kepada Dedi Mulyadi.
"Kapan mau ke sini lagi bapak, sama saya disiapkan 20 kilo, sudah ada di rumah ketannya mah," ungkapnya. (*)
| Pegiat Budaya Kritik Polemik Kirab Mahkota Binokasih, Eka Santosa: Jangan Kaburkan Sejarah Sunda |
|
|---|
| Baru Pulang setelah Dirawat 3 Hari di RS, Diky Candra Siap ke Bandung Ikut Acara Bareng Dedi Mulyadi |
|
|---|
| Realisasi Wacana Dedi Mulyadi soal Jalan Provinsi Berbayar Sulit, Pengamat Soroti Denda dan Nopol |
|
|---|
| Siap-siap Bandung Macet Akhir Pekan Ini 16-17 Mei 2026, Ada Kirab Budaya, Lomba Lari, hingga Wisuda |
|
|---|
| Indeks Demokrasi di Jawa Barat Turun, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Perbaikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Soleha-50-atau-Mak-Eha-gagal-bertemu-Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi.jpg)