Berita Viral

Penyebab Perwira TNI AL Dikeroyok Jupang di Terminal Arjosari hingga Babak Belur, Begini Kondisinya

Kini terungkap penyebab kasus perwira TNI AL dikeroyok jupang di Terminal Arjosari, Kota Malang

Editor: Hilda Rubiah
Kompas.com/Alwi
KASUS PENGEROYOKAN TNI AL: Ilustrasi pengeroyokan. - Terungkap penyebab kasus perwira TNI AL dikeroyok jupang di Terminal Arjosari, Kota Malang 

Ia lalu menyatakan belum berani menanyakan kronologi detail kepada ayahnya mengingat kondisinya yang masih dalam tahap pemulihan. 

"Jadi kalau jenguk atau waktunya menjaga bergantian, kami bercerita tentang cucu. Karena ayah saya ini sayang sekali sama cucunya," katanya.

"Saya belum berani bertanya apa-apa ke bapak, kasihan kondisinya masih pemulihan. Sebenarnya rencananya kalau tidak ada apa-apa, mau silaturahmi ke rumah saudara," pungkasnya. 

Alfia menyampaikan menjelaskan ayahnya baru saja menjalani operasi wajah dan jari. 

"Kini, tahapannya masa pemulihan setelah sebelumnya menjalani operasi dan bengkaknya sudah mulai kempes sehingga matanya sudah terbuka," ujarnya

Menurut Alfia, proses operasi yang berlangsung selama hampir enam jam itu melibatkan tiga dokter spesialis: ortopedi, syaraf, dan bedah plastik. 

Letda Abu Yamin mengalami luka cukup serius, termasuk robekan di wajah, patah tulang pada jari, serta kerusakan pada bagian kepala dan dahi yang harus dipasangi pen. 

"Yang dioperasi yaitu ruas jari tiga dan empat pada tangan kiri karena mengalami patah tulang," ungkapnya. 

Baca juga: Viral, Prajurit TNI AL Dikeroyok di Terminal Arjosari hingga Tak Sadarkan Diri, Para Pelaku Diburu

Dekat dengan Pedagang Asongan

Dalam narasi yang berkembang di media sosial, Abu Yamin diduga menjadi sasaran pengeroyokan setelah menegur seorang jupang yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap kru bus. 

Merasa tidak terima, jupang tersebut kemudian memanggil rekan-rekannya untuk melakukan kekerasan terhadap Perwira TNI tersebut. 

Juari, seorang pedagang asongan yang sering berinteraksi dengan korban, mengaku kenal dengan pelaku. 

"Satu pelaku yang ditangkap dulunya pedagang asongan, lalu berpindah jadi juru panggil penumpang. Saya kenal mereka, mereka masih bersaudara," ujar Juari pada Sabtu (28/6/2025). 

Ia juga yakin bahwa para pelaku mengetahui status Abu Yamin sebagai anggota aktif TNI AL. 

Menurut kesaksian Juari, Letda Abu Yamin dikenal sebagai sosok yang baik dan royal. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved