Mahasiswi ITB Raih Juara 2 Business Innovation Pitching Challenge Social Collider Singapura

Mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB), Khurotul A’yunnina, meraih juara kedua Business Innovation Pitching Challenge di Singapura.

Istimewa DOK. HUMAS ITB
RAIH JUARA II - Mahasiswi Teknik Pertambangan ITB, Khurotul A’yunnina, meraih juara dua Business Innovation Pitching Challenge yang diselenggarakan Social Collider Singapura belum lama ini. Foto ISTIMEWA DOK. HUMAS ITB 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB), Khurotul A’yunnina, meraih juara kedua Business Innovation Pitching Challenge yang diselenggarakan Social Collider Singapura.

Kompetisi yang menjadi jembatan budaya dan komunikasi antara Indonesia - Singapura itu dirancang menyerupai hackathon yang mendorong peserta berinovasi, berkreasi, serta menciptakan solusi orisinal di bidang kewirausahaan.

Bahkan, kompetisi itu membuka kesempatan bagi mahasiswa dari kedua negara bertukar ide dan membangun kolaborasi bisnis yang berdampak sosial di masa depan. 

Karenanya, setiap peserta mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari National University of Singapore (NUS), dan berkesempatan mengembangkan ide bisnis lintas negara.

Dalam ajang tersebut, Khurotul A’yunnina yang merupakan mahasiswi Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan ITB berkolaborasi dengan mahasiswa NUS, dan membentuk tim Berburu Cuan yang berhasil menyabet juara dua.

Di Business Innovation Pitching Challenge, mahasiswi yang kerap disapa Nina tersebut mengembangkan ide bisnis berupa aplikasi trading yang ramah bagi generasi muda, karena dilatarbelakangi minimnya literasi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan anak muda.

Menurut Nina, aplikasi yang dikembangkan timnya dirancang untuk mudah digunakan pemula, dan menggunakan sistem trading yang dikemas seperti permainan serta menawarkan risiko investasi yang rendah.

Selain itu, dalam model bisnisnya aplikasi yang dirancang tim Berburu Cuan hanya mengambil 0,01 persen dari setiap transaksi trading positif atau keuntungan yang diperoleh penggunanya.

"Kami juga mengandalkan sponsorship dan iklan, sehingga tidak mengambil (untung) dari pengguna terlalu besar," kata Khurotul A’yunnina dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/6/2025).

Ia mengatakan, rencana terdekat dalam pengembangan aplikasi itu bakal menjalin kerja sama dengan perbankan di Indonesia untuk menciptakan sistem investasi yang aman dan mudah diakses siapa saja.

Pihaknya mengakui, ide awal tim Berburu Cuan dalam ajang Business Innovation Pitching Challenge tidak berkaitan aplikasi trading, karena berencana mengembangkan inovasi yang berhubungan minat dan bakat generasi muda. 

"Aplikasi ini bertujuan agar generasi muda tidak tersesat ketika masuk di dunia perguruan tinggi atau tidak salah jurusan, sehingga tidak kehilangan arah untuk mengejar cita-citanya," ujar Khurotul A’yunnina.

Namun, setelah mempertimbangkan potensi hingga dampak yang lebih luas, tim Berburu Cuan akhirnya mengembangkan aplikasi trading sebagai solusi yang relevan dan menjanjikan bagi pasar Indonesia maupun Singapura.

Nina mengakui, banyak pengalaman berharga yang didapatkannya selama mengikuti kompetisi Business Innovation Pitching Challenge, khususnya saat bekerja bersama mahasiswa NUS yang menurutnya sangat cekatan.

"Mahasiswa NUS ini cekatan sekali, dan ramah. Saya juga mendapatkan banyak sekali pengalaman selama mengikuti kompetisi ini meski prosesnya penuh tantangan, dan bangga atas prestasi yang diraih," kata Khurotul A’yunnina. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved