Rabu, 8 April 2026

Penerapan Ekonomi Sirkular Pertanian Dalam mendorong Produktivitas Ekonomi Peternak

TRIBUNJABAR.ID - Dalam upaya edukasi dan implementasi ekonomi sirkular serta mendorong pencapaian tujuan pembangunan pertanian

|
Istimewa
Tim Dosen Pengabdian Masyarakat PPMI-KK SPE SAPPK-ITB dan Peserta Pelatihan 

TRIBUNJABAR.ID - Dalam upaya edukasi dan implementasi ekonomi sirkular serta mendorong pencapaian tujuan pembangunan pertanian perdesaan berkelanjutan, Tim Dosen dari Kelempok Keahlian Sositem dan Pemodela Ekonomi (KK-SPE) Sekolah Arsitektur, Perencanaaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung, melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Sikarapih Kecamatan Sukasari Sumedang yang bertajuk “Edukasi dan Implementasi Ekonomi Sirkular melalui Pelatihan Manajemen dan Teknologi Produksi Pengolahan Limbah Pertanian dan Ternak”.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari kegiatan Program Penelitian, Pengambdian Masyarakat dan Inovasi (PPMI) Institut Teknologi Bandung Tahun 2025.

Kegiatan pelatihan diikuti oleh 22 orang peserta aktif dan memiliki usaha ternak domba/kambing yang memiliki peran penting sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Desa Sukarapih yang di buka dengan diawali sambutan Kepala Desa Bapak H. Aep Saepudin dan Prof. Dr.Eng. Pradono, SE.Mec.Dev selaku Tim Dosen sekaligus sebagi Ketua KK-SPE SAPPK ITB.  

2Tim Dosen PengabdianMasyarakat PPMI-KK SPE SAPPK-ITB dan Peserta Pelatihan (13 Sept.2025)
Tim Dosen Pengabdian Masyarakat PPMI-KK SPE SAPPK-ITB dan Peserta Pelatihan

Untuk materi pokok di fokuskan pada pengetahuan dan pemahaman tentang Ekonomi Sirkular, peningkatan Kapasitas Kelompok dan Manajemen Usaha, serta Praktik Pengolahan Limbah Ternak menjadi Bokasi Pupuk Kandang

Kegiatan ini melibatkan Tim Dosen dari KK- Sistem dan Pemodelan Ekonomi SAPPK-ITB yaitu Prof. Dr.Eng. Pradono, SE.Mec.Dev., Ir.Edi Kusniadi, MP.,Denni Nugraha,SE.MSi.,Subarkah, Ir.,M., dan Maman Suryama, Ir.,MT. serta Ir.Ujang Dinar Husaeri, MP. (KK-Agroteknologi & Teknologi Bioproduk, SITH-ITB) dan assisten tim pelaksana. 

Edi Kusniadi selaku Ketua Tim menuturkan bahwa kegiatan pelatihan difokuskan pada edukasi dan implementasi ekonomi sirkular pertanian dengan prinsip 3 R (Reduse, Reuse, Recyle) dalam bentuk praktik teknologi pengoahan atau daur ulang limbah ternak menjadi pupuk organik Bokashi.

 Dimilikinya kemampuan pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan ekonomi sirkular, selain akan mengurangi limbah dan polusi bau kotoran ternak dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkualitas, juga dapat meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman, serta menciptakan peluang usaha pupuk organik dan pendapatan rumah tangga.

3Tim Dosen PengabdianMasyarakat PPMI-KK SPE SAPPK-ITB dan Peserta Pelatihan (13 Sept.2025)
Kegiatan praktik pengolahan limbah ternak domba menjadi pupuk organik Bokashi

Selain itu, dengan adanya penerapan ekonomi sirkuler pertanian dengan daya dukung teknologi dan berbagai inovasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.. Kondisi ini sejalan dengan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP) tahun 2025-2045. Dimana dalam Rancangan tersebut arah kebijakan ekonomi sirkular diintegrasikan sebagai salah satu strategi dalam pencapaian ekonomi hijau untuk transformasi ekonomi di Indonesia.

Dalam pelaksanaan pelatihan, selain memberikan teori dalam meningkatka pengetahuan dan pemahaman tentang ekonomi sirkular dan manajemen usaha dan manajme kelompok juga penigkatan kemampuan keterampilan penerapan teknologi ekonomi sirkular melalui kegiatan praktik langsung di lapangan berupa Teknik pengolahan daur ulang kotoran ternak menjadi pupuk organic Bokashi.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Ir. Ujang Dinar Husaeri, MP dan pada setiap tahan prosesnya melibatkan langsung peserta pelatihan. Peralatan yang digunakan adalah mesin penggiling pupuk dengan bahan utama selain kotoran kambing yang sudah kering juga EM4, air, dedak dan kapur pertanian. Keterlibatan langsung peserta dalam praktik tentunya dharapkan akan lebih paham dan mampu praktik langsung pasca pelatihan. Untuk evaluasi hasil kegiatan dilakukan pendampingan dan monitoring secara berkala selama dua sampai tiga minggu. 

Penutupan Kegiatan oleh Ketua KK-SPE SAPPK-ITB Prof.Dr.Pradono, SE.Mec.Dev (13/09/2025)
Penutupan Kegiatan oleh Ketua KK-SPE SAPPK-ITB Prof.Dr.Pradono, SE.Mec.Dev

Kegiatan usaha ternak domba atau kambing di Desa Sukarapih menurut Kepala Desa H.Aep Saepudin pada umumnya masih masih terbatas pada usaha penggemukan bahkan ada yang sebatas hobi, sedangkan upaya pengolahan limbah kotorannya menjadi pupuk yang bernilai ekonomis belum dilakukan.

Sehingga dengan adanya kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh Tim Dosen ITB selain sangat berterimakasih, juga dapat dapat diterapkan oleh peternak dan menjadi peluang usaha dalam meningkatkan pendapatan peternak.

Hal yang sama disampaikan oleh Denni Nugraha yang selain Tim Dosen juga salah satu pembina peternak di kelompok peternak Margalaksana Sukarapih, adanya pelatihan ini yang ditindak lanjuti oleh penerapannya secara berkelanjutan selain dapat menciptakan kondisi lingkungan usaha ternak yang bersih dan berkualitas, juga dapat meningkatkan nilai tambah usaha dan pendapatan peternak, Bahkan jika diintegrasikan dengan kegiatan usaha tani akan mampu meningkatankan produktivitas usaha, lapangan kerja dan kesejahteraan rumah tangga peternak.

Produk PupuK Organik Bokashi Hasil Praktik Pelatihan (1/10/2025)
Produk PupuK Organik Bokashi Hasil Praktik Pelatihan

Pada akhir pelaksanaaan kegiatan praktik pengolahan dan pembuatan pupuk organik, sekaligus penutupuan kegiatan pelatihan, Prof. Dr. Eng. Pradono, SE.Mec.Dev menuturkan bahwa kegiatan pengabdian ini selain merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, juga merupakan salah satu bagian dari program kampus berdampak dan wujud nyata sinergitasdan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat khusunya dalam upaya meningkatkan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan produktivitas petani-peternak melalui pendekatan ekonomi sirkular pertanian.

Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa Tim pengabdian berkomitmen untuk melakukan monitoring dan evaluasi bahkan pendampingan lanjutan jika kelompok peternak peserta pelatihan akan mengembangkan produksi pupuk organic. Harapan lebih jauh, kelompok peternak dan Desa Sukarapih menjadi contoh bagaimana ekonomi sirkular pertanian bisa diterapkan di tingkat desa, dimana dengan kesadaran lingkungan dan inovasi sederhana, masyarakat peternak bisa mandiri, berdaya saing dan meningkatkan perekonomian keluarga. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved