Mau Tiru KDM? Bupati Cianjur Dicemooh Netizen Usai Tegur Guru SMAN 2, Alumni Sebut Tidak Etis

Sejumlah alumni SMAN 2 Cianjur menyayangkan Bupati Cianjur,  Mohammad Wahyu Ferdian, telah mengunggah rekaman video saat menegur guru sekolah tersebut

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Kemal Setia Permana
Tribun Jabar
TIDAK ETIS - Potret SMAN 2 Cianjur Jalan Pangeran Hidayatullah, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Rabu (18/6/2025). Alumni SMAN 2 Cianjur menyebut tindakan Bupati Cianjur yang menegur guru dan dijadikan konten sebagai hal yang tidak etis 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Alumni SMAN 2 Cianjur menyayangkan Bupati Cianjur,  Mohammad Wahyu Ferdian, telah mengunggah rekaman video saat menegur guru. Guru itu ditegur karena mengeluarkan kata-kata kasar pada seorang siswi.

Namun saat diposting ulang instagram @visitcianjur, konten itu justru mendapatkan cemoohan dari netizen.

Rekaman video yang diunggah pada Senin (16/6/2025) tersebut sudah dinonton sebanyak 313 ribu dan dikomentari 736 pengguna instagram.

"Katanya, saya gak negur ibu pas upacara depan anak-anak. Tapi anda jadikan konten tenaga pendidik. Hello pak, gak bisa jaga marwah guru?, anda bilang sidak, tapi dikontenin? Udah diskusi secara tertutup dulu ga dari kedua pihak," tulis akun @nisrinazlf_ pada kolom komentar.

Baca juga: Momen Dedi Mulyadi Disindir Warga di Jalan, Gubernur Jabar Bikin Bupati Cianjur Tertunduk Malu

Tanggapan juga datang dari alumni SMAN 2 Cianjur, Mohammad Nurdin Al Latief (31), yang menilai Bupati Cianjur kurang etis karena tindakannya itu dijadikan konten di media sosial. 

"Menurut saya itu kurang etis, bagaimana pun seorang pemimpin yang harus mengedepankan public service leadership yang menjadikan teladan dan dapat memberikan penghormatan kepada orang lain, serta terlebih yang menjadi lawan bicara seorang guru," katanya pada Tribunjabar.id, Kamis (19/6/2025).

Selain itu, dalam video tersebut  Mohammad Wahyu Ferdian telah mengetahui bahwa SMA kewenangannya di bawah Provinsi Jawa Barat. Namun Wahyu Ferdian beralasan guru itu bagian dari warga Cianjur.

"Tapi Pak Bupati mungkin lupa, beliau menegur guru tersebut di sekolah, masing-masing masih pakai seragam, dan di jam kerja. Hal tersebut tidak bisa digeneralisasi dengan hubungan pemimpin dan warganya, karena ada profesi yang melekat," katanya.

Baca juga: Persentase Transfer Melejit, Rafael Strucik Dikabarkan Makin Potensial ke Persib Bandung

Dia menyebutkan, dalam menangani permasalahan antara guru dan siswa di SMAN 2 Cianjur.  Mohammad Wahyu Ferdian, seharusnya menempuh langkah birokratis. Seperti berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) setempat.

"Adapun jika harus dilakukan pembinaan maka sila lakukan dengan berfokus pada isu dan substansi, bukan jadikan konten untuk mendongkrak eksistensi," jelasnya.

Menurutnya, perbuatan guru tersebut memang salah. Namun berikan teguran atau pembinaan yang berfokus pada permasalahan inti dan isu yang berkembang, dan memperhatikan caranya.

"Jadi tidak perlu menegur dihadapan publik, atau malah dikontenkan, karena akan menjadi konsumsi publik, khawatir muncul masalah baru," katanya.

Dia menambahkan, semua pihak pasti sepakat bahwa guru merupakan profesi yang sangat mulia, ada marwah dan martabat untuk diperhatikan dan dijaga. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved