Anak Step Saat Demam? Jangan Panik, Segera Atasi dengan Cara Berikut Ini
ketika anak mengalami kondisi kejang atau step saat demam, Anda perlu memahami cara mengatasinya.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - "Kejang demam" dan "step" adalah istilah yang merujuk pada kondisi medis yang sama. "Step" adalah istilah yang lebih umum digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menyebut kejang demam pada anak.
Kejang demam terjadi ketika anak mengalami demam dan kemudian mengalami kejang.
Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
Bagi orangtua jika mengetahui anak mengalami step atau kejang tentu akan membuat panik.
Namun orangtua harus segera memgambil tindakan untuk mengatasi step atau kejang tesebut.
Baca juga: Waspadai Demam Tanpa Ada Sebab yang Jelas, Yuk Mom Kenali Gejala Kanker Pada Anak
Dikutip dari kontan, ketika anak mengalami kondisi kejang atau step saat demam, Anda perlu memahami cara mengatasinya.
Mengutip situs Universitas Airlangga (Unair), kejang demam atau step adalah bangkitan kejang yang terjadi akibat peningkatan suhu tubuh.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami demam tinggi yang mendadak.
Riza Noviandi, dosen ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Unair, mengatakan kejang demam banyak terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
Penyakit ini tidak berkaitan dengan kelainan di otak, gangguan elektrolit, maupun gangguan metabolik pada tubuh.
Jenis-jenis step
Dokter Riza menjelaskan, ada dua jenis kejang demam. Pertama, kejang demam sederhana yang terjadi hanya satu kali selama kurang dari 15 menit dalam sehari dan kejangnya berupa kejang general, yakni pada seluruh tubuh.
Jenis yang kedua adalah kejang demam kompleks yang memiliki gejala berlawanan dari kejang demam sederhana.
“Kejangnya lebih dari 15 menit dan berulang serta berupa kejang fokal atau terjadi pada area tertentu,” ujarnya, dikutip dari situs Unair (9/5).
Dokter spesialis anak itu menyebut, tidak ada penyebab khusus anak dapat mengalami kejang demam.
Namun, sistem tubuh anak yang cenderung imaturitas mengakibatkan ia mudah terkena rangsangan.
“Jadi anak belum bisa merespon dengan baik rangsangan-rangsangan dari luar, dalam hal ini otak. Kalau anak kena demam sedikit saja, sel-sel saraf yang sensitif itu akan terangsang untuk melepaskan gelombang yang tinggi sehingga terjadi kejang,” terang dr Riza.
Selain itu, terdapat faktor risiko lain kejang demam pada anak yaitu faktor keturunan atau riwayat keluarga dengan kejang demam serta anak yang sedang menderita gangguan otak.
Baca juga: WASPADA, Jangan Lupakan Bahaya Demam Berdarah, di Sumedang Sudah 13 Orang Meninggal
Cara mengatasi step anak
Doktor Riza menjelaskan tips penanganan pertama apabila anak mengalami kejang demam.
Salah satunya, orang tua bisa memiringkan posisi tubuh anak, kemudian membuka kancing baju anak.
“Hal yang harus diperhatikan adalah tetap tenang. Kalau misalnya anak posisinya dalam posisi duduk, bisa miring dan buka kancing baju yang menyesakkan supaya anak tidak tersedak,” paparnya.
Bagi anak yang pertama kali mengalami kejang demam, ia menyarankan agar segera ke pelayanan kesehatan.
Sementara anak yang sudah pernah kejang demam sebelumnya bisa mengkonsumsi obat Diazepam sesuai dosis yang dianjurkan. Terdapat dua tipe pengobatan untuk pasien tertentu.
Di antaranya, tipe obat intermiten yang diberikan sekali tempo dan tipe obat perawatan bagi pasien yang mengalami kejang demam berulang sebanyak empat kali dalam setahun. Terlebih, apabila kejang tersebut bersifat fokal.
Terkait tata laksana kejang demam, sambungnya, dilakukan jika memenuhi kriteria seperti demam tidak turun dalam waktu tiga hari.
Selain itu, pasien yang mengalami diare, muntah, kejang fokal, atau gangguan neurologi.
Maka dr Riza bisa merekomendasikan pemeriksaan darah, elektroensefalografi, CT scan, hingga MRI.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kejang demam berbeda dengan epilepsi sehingga orang tua tidak perlu panik.
“Yang penting kita harus bisa mengenali kondisi anak. Apabila kejang pertama langsung bawa ke IGD karena memang masa-masa di bawah 5 tahun itu cukup riskan untuk perkembangan anak,” pungkas dokter yang bertugas di RSUD dr Soetomo itu.
| Panik Saat Anak Kejang? Kenali Penyebab dan Pertolongan Pertamanya |
|
|---|
| Kasus DBD di Ciamis Sudah Mencapai 134 Pada 2026 Ini, Dinas Kesehatan Ingatkan Warga |
|
|---|
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Update Miras Oplosan Subang: Korban Tewas Bertambah Jadi 9 Orang, Isak Tangis Iringi Pemakamannya |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-demam.jpg)