Minggu, 26 April 2026

Catatan 100 Hari Kerja Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Erwan dari Pengamat Kebijakan Pendidikan UPI

Pengamat Kebijakan Pendidikan sekaligus Dekan FPIPS UPI, Cecep Darmawan, menyebut banyak shock therapy atau terapi kejut dalam kebijakan pendidikan.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa
Pengamat Kebijakan Publik dari UPI Cecep Darmawan menyebut banyak shock therapy atau terapi kejut dalam kebijakan pendidikan 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi - Erwan Setiawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Kebijakan Pendidikan sekaligus Dekan FPIPS UPI, Cecep Darmawan, menyebut banyak shock therapy atau terapi kejut dalam kebijakan pendidikan 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi - Erwan Setiawan.

Namun, ia menilai, shock therapy tersebut menjadi salah satu upaya terobosan dalam gaya kepemimpinan KDM - Erwan yang disebutnya sebagai gaya kepemimpinan autentik, dan tidak dibuat-buat.

Menurut dia, hal semacam itu justru membuat jajaran birokrasi kelabakan, karena biasanya melihat dari segi aturannya dahulu, kemudian membahas permasalahannya melalui rapat, sehingga terkesan menujukkan betapa parahnya lingkungan eksekutif.

"Kalau Pak Dedi (Mulyadi), kan, kesannya selalu terbuka, dan transparan, termasuk dari kebijakan pendidikannya, misalnya, mendidik anak nakal di barak TNI, tetapi narasinya pendidikan karakter, bukan pendidikan militer," kata Cecep Darmawan saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Kamis (29/5/2025).

Selain itu, pemberlakuan jam malam bagi bagi para pelajar juga dinilai bagus sebagai bagian dari gagasan Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.

Ia mengatakan, kebijakan jam malam tersebut tinggal didukung seluruh stakeholder di Jawa Barat termasuk sekolah, orang tua, hingga masyarakat untuk mencegah pelajar berkeliaran di atas pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Dedi Mulyadi Tegaskan Orang Subang Tak Butuh Persikas, Sebelumnya Ikut Rayakan Persib Bandung Juara

"Catatan dari saya, Gubernur dan Wagub Jabar harus bisa menstandardisasi SMA maupun SMK yang merupakan kewenangan Pemprov Jabar menjadi sekolah unggul serta kompeten," ujar Cecep Darmawan.

Pasalnya, selama ini stigma mengenai sekolah favorit masih bergulir di masyarakat, sehingga Gubernur - Wagub Jabar harus mampu mendorong bahwa seluruh sekolah tersebut merupakan unggulan.

Ia menyampaikan, roadmap pun dibutuhkan untuk mengakselerasi terwujudnya seluruh SMA - SMK di Jawa Barat menjadi sekolah favorit dan unggulan dalam kurun lima tahun masa kepemimpinan KDM - Erwan.

"Semoga, Kadisdik Jabar yang baru Pak Purwanto bisa turut membantu untuk menyelesaikan tugas menjadikan SMA - SMK di kota dan kabupaten se-Jawa Barat menjadi sekolah unggul serta favorit semuanya," kata Cecep Darmawan.

Pihaknya juga mendorong agar Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan KDM - Erwan untuk menambah tunjangan dan lebih memerhatikan guru-guru di Jawa Barat apabila dari segi anggarannya masih memungkinkan.

Baca juga: 100 Hari Pimpin Jabar, Dedi Mulyadi Sudah Terima Teror Ular Misterius, 8 Bulan Lalu Lebih Janggal

Ia pun meminta agar beasiswa bagi pelajar kurang mampu ditambah baik dari segi jumlah penerimanya maupun besaran nominal yang diberikan, karena pendidikan menjadi kunci perubahan sosial.

"Kalau ditanya apa kekurangannya, menurut saya selama ini (gubernur) kurang duet dengan wakilnya," ujar pria yang akrab disapa Cewan tersebut sambil tertawan.

Namun, Cewan mengakui, masih berpikiran positif mengenai duet KDM - Erwan yang sengaja memiliki porsi masing-masing untuk memimpin Jawa Barat dari luar dan dalam.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved