Selasa, 19 Mei 2026

Genteng Plered Banjir Orderan, Dedi Mulyadi Minta Pengusaha Naikkan Upah Buruhnya

Pabrik pengusaha genteng di Plered banjir orderan untuk program nasional, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta upah buruhnya dinaikkan.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Istimewa/Youtube Lembur Pakuan
NAIKKAN UPAH BURUH: Tangkapan layar video saat Dedi Mulyadi apel pagi pidato di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (31/3/2026). - Pabrik pengusaha genteng di Plered banjir orderan untuk program nasional, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta upah buruhnya dinaikkan. 

Ringkasan Berita:
  • Dorongan Ekonomi: Pemerintah melaksanakan program gentengisasi untuk renovasi 40.000 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Jawa Barat. Hal ini menjadi berkah bagi pengrajin genteng di Plered, Purwakarta.
  • Kesejahteraan Buruh: Gubernur Dedi Mulyadi memberikan syarat mutlak bagi pengusaha yang menerima pesanan besar ini untuk menaikkan upah buruh.
  • Dukungan Modal: Untuk mendukung kapasitas produksi, pemerintah menggandeng Bank Jabar guna menyediakan KUR berbunga rendah (0,5 persen).

TRIBUNJABAR.ID - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subanto, tengah gencar melakukan program gentengisasi.

Gentengisasi adalah istilah program penggantian atap rumah masyarakat yang semula menggunakan bahan tradisional (seperti rumbia, ijuk, atau asbes atay seng) menjadi genteng tanah liat.

Untuk menjalankan program gentengisasi tersebut maka dibutuhkan pengadaan genteng.

Satu di antara yang mendapat berkah dari proyek program tersebut pengusaha genteng di Plered, Purwakarta.

Baca juga: 4 Cara Dedi Mulyadi Tangani Banjir di Kabupaten Bandung: Tata Ruang Hingga Normalisasi Sungai


Pemerintah melakukan proyek besar pengadaan genteng untuk renovasi 40.000 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Jawa Barat.

Berkat dari proyek tersebut, pengusaha genteng di Plered itu banjir orderan hingga 12 juta keping genteng.

Beberapa waktu lalu, Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau produksi pengusaha genteng di Plered tersebut. 

Dalam kunjungan tersebut, Ded Mulyadi menegaskan bahwa program gentengisasi tersebut bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan upaya masif untuk menghidupkan kembali UMKM sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Dedi Mulyadi memberikan syarat mutlak bagi pengusaha genteng yang banjir orderan tersebut.

Dedi Mulyadi meminta pengusaha genteng menaikkan upah buruh.

Gubernur Jawa Barat itu menegaskan bahwa kesejahteraan buruh juga harus menjadi prioritas.

Transformasi Ekonomi

Selama ini, rata-rata omzet pabrik genteng di wilayah tersebut hanya berkisar antara Rp200 juta hingga Rp300 juta per bulan. 

Dengan adanya proyek integrasi yang mencakup bedah rumah, pembangunan unit sekolah baru, hingga kantor pemerintahan, omzet industri ini diproyeksikan melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp40 miliar.

"Ini adalah ekonomi kekeluargaan, bukan kapitalis. Negara membeli produk rakyat agar UMKM naik kelas," ujar Dedi Mulyadi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved