Senin, 4 Mei 2026

"Lebih Baik Gubernur Konten daripada Gubernur Molor" Kata Dedi Mulyadi, Gerah Ditanya Sumber Uang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membongkar sumber uang yang selama ini ia bagikan ke masyarakat.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
JAWAB PERTANYAAN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjawab pertanyaan wartawan saat menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (19/5/2025). 

Dedi Mulyadi Peluk Siswa

Adapun, setelah melaksanakan upacara, Dedi Mulyadi melepas peserta pendidikan berkarakter kembali ke orang tuanya.

Sebelumnya, para peserta telah mengikuti pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat selama dua pekan.

Saat itu, para peserta dipersilakan mencari orang tua atau keluarga untuk meminta maaf. Mereka pun sujud di kaki ibunya masing-masing.

Namun, terdapat sejumlah peserta yang ternyata sudah tidak memiliki ayah atau ibu. 

Mengetahui hal itu, Dedi langsung memeluk para peserta itu dan menyatakan siap menjadi ayah asuh mereka.

"Saya enggak tahu ya jumlahnya, banyak banget. Ya, pokoknya mereka yang hari ini orang tuanya enggak datang atau mereka yatim piatu, langsung jadi anak saya," katanya.

Baca juga: Profesor Politik Bongkar Titik Lemah Dedi Mulyadi Senang Dijuluki Gubernur Konten Dibanding Molor

Dedi pun bakal menjamin seluruh biaya pendidikan anak asuhnya hingga ke perguruan tinggi.

"Nanti tinggal di Bandung dan saya sekolahkan, saya persiapkan jadi TNI, Polri, saya persiapkan kuliah, kalau memang mereka menginginkan," katanya.

Dedi mengatakan, program ini lahir dari rasa sayang dan peduli terhadap nasib para remaja di Jabar. Dia merasakan bagaimana kebahagiaan para orang tua saat bertemu kembali dengan anak-anaknya. 

"Ini adalah rasa, karena itu saya sampaikan apa yang saya lakukan, dasarnya hati. Kalau yang saya lakukan dasarnya hati, maka diterimanya oleh rasa dan melahirkan cinta," katanya.

Melalui program ini, Dedi mengaku sedang membangun hubungan pemerintah dengan rakyat. 

Tujuannya, agar rakyat bisa merasakan bahwa negara hadir di tengah persoalan yang mereka hadapi, terkhusus soal kenakalan remaja.

"Ini urusan rasa, bukan urusan-urusan administrasi kenegaraan," ucapnya.

Program ini, kata dia, adalah jawaban untuk pihak-pihak yang meragukan kebijakannya yang menyerahkan siswa bermasalah kepada TNI untuk dididik dan dibina agar bisa semakin baik.

"Jadi ini salah satu bukti, banyak orang meragukan apa yang dilakukan oleh Pemprov Jabar, tetapi akhirnya waktu yang menjawab," ucapnya.

Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved