Minggu, 12 April 2026

"Lebih Baik Gubernur Konten daripada Gubernur Molor" Kata Dedi Mulyadi, Gerah Ditanya Sumber Uang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membongkar sumber uang yang selama ini ia bagikan ke masyarakat.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
JAWAB PERTANYAAN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjawab pertanyaan wartawan saat menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (19/5/2025). 

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membongkar sumber uang yang selama ini ia bagikan ke masyarakat.

Hal itu ia sampaikan ketika menjadi pemimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Sate, Selasa (20/5/2025).

Saat berpidato, Dedi Mulyadi mengatakan akan memberikan bonus kepada para petugas yang akan berdinas saat upacara peringatan HUT RI 17 Agustus mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, Dedi Mulyadi pun berencana akan mengeluarkan kocek Rp25 juta per orang.

Adapun, petugas upacara tersebut nantinya adalah para siswa yang mengikuti program Sekolah Kebangsaan di Dodik Lembang.

"Saya ngasih bonus untuk petugas upacara dari Dodik ini Rp25 juta untuk dibawa pulang ke rumahnya masing-masing," tutur Dedi Mulyadi.

"Dapat uang saku, makannya enak, tidurnya nyenyak, berubah mental, bajunya bagus, pulang dapat bonus, gratis lagi," tambah dia.

Selain untuk petugas upacara dari siswa didik, Dedi Mulyadi pun akan mengeluarkan bonus yang sama bagi petugas lainnya.

Baca juga: Landasan Kuat Ono Surono Goyang Kebijakan Pendidikan Militer Ala Dedi Mulyadi, Pantas Berani

"Tentunya buat petugas yang lain juga kami siapkan Rp25 juta," jelasnya.

Kemudian, Dedi Mulyadi pun langsung membeberkan sumber dana bonus tersebut.

"Nanti ditanya lagi, 'Itu duit dari mana?' ladang ngonten!" kata Dedi Mulyadi, disambut tawa peserta upacara.

"Saya selalu ditanya, 'Pak Dedi, duitnya dari mana? Ngonten?' Habis itu dipermasalahin lagi," imbuhnya.

Mantan Bupati Purwakarta itu menyebut, dirinya lebih baik dikenal sebagai "Gubernur Konten" daripada gubernur yang kerjanya tidak langsung terlihat.

"Gubernur konten lebih baik, punya duit diberikan kepada rakyat, daripada 'gubernur molor'," tuturnya.

"Daripada 'gubernur tidur', 'gubernur protokoler', 'gubernur ingin dihargai', 'gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar Negeri', teu hayang teuing(tidak mau)," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved