Pendidikan Militer Pelajar Ala Dedi Mulyadi Dikritik, Amnesty International: Harus Lebih Kreatif
Dedi Mulyadi bakal menerapkan pendidikan militer bagi pelajar SMA dan sederajat bermasalah di Jabar. Dan ini mendapatkan reaksi keras.
Sebab, kata Usman, militer sering melibatkan disiplin keras dan hukuman fisik yang tak sesuai untuk anak-anak.
Menurutnya, anak-anak justru membutuhkan pendekatan yang mendukung perkembangan emosi, sosial, dan kognitif mereka.
"Pendekatan itu membawa potensi terjadinya pelanggaran hak-hak asasi anak."
"Pembinaan dengan cara militer dapat berpotensi melanggar hak-hak anak, seperti hak atas perlindungan dari kekerasan fisik dan psikologis, serta hak untuk berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung," urai Usman saat dihubungi Tribunnews.com pada Rabu.
"Pengalaman kekerasan atau disiplin keras dapat menyebabkan trauma dan memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan mental dan emosi anak."
"Ini bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang menekankan perlindungan dan kesejahteraan anak," lanjutnya.
Usman pun meminta Dedi sebagai Gubernur Jabar, agar berpikir lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah.
Ia berpendapat masih banyak alternatif yang lebih mendukung untuk menangani anak-anak bermasalah.
Misalnya, melibatkan kerja sama dengan tenaga profesional, seperti psikolog dan guru, yang berbasis HAM.
"Ada banyak tokoh pemuda di Indonesia termasuk di Jawa Barat yang memiliki kreatifitas tinggi untuk membantu anak-anak," pungkas dia.
Diketahui, Dedi mulai akan memberlakukan pendidikan militer bagi anak-anak bermasalah mulai 2 Mei 2025, secara bertahap.
Dalam menjalankan kebijakan itu, Pemprov Jabar akan bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi.
Sebagai informasi, anak-anak bermasalah menurut Dedi adalah mereka yang membolos, tawuran, suka mabuk, hingga suka main game Mobile Legends. (Tribunjabar.id/Nazmi Abdurahman/Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Rizki Sandi/Gita Irawan)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| APINDO Puji Langkah Dedi Mulyadi Kirim Siswa Kurang Mampu ke Sekolah Kreatif dan Industri |
|
|---|
| Farhan Akui dan Legawa Disentil KDM Soal 1.500 Penyapu Sampah Tidak Efektif, Ungkap Alasan Sistem |
|
|---|
| Sudah 2 Bulan Tak Gajian, Guru Honorer di Bandung Tagih Dedi Mulyadi: Kami Sangat Dibutuhkan |
|
|---|
| Romli Apresiasi Penghapusan Syarat KTP Pemilik Pertama untuk Bayar Pajak Kendaraan |
|
|---|
| Dua Syarat Bandung Raya Bebas Banjir, Dedi Mulyadi: Lahan 1.000 Hektare dan Dana Rp7 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-KDM-Channel-Minggu-2042025-Gubernur-Jawa-Ba.jpg)