Hujan Deras Guyur Ciamis Sebabkan TPT Longsor, Rumah Sapta di Panawangan Terancam Ambruk
TPT yang berada di belakang rumah milik Sapta, ambrol diterjang aliran air, menyebabkan pondasi rumah terkikis dan bangunan terancam roboh.
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, sejak Sabtu siang hingga Minggu dini hari kemarin, mengakibatkan tembok penahan tanah di Dusun Susuru, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis longsor pada Minggu (20/4/2025).
Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di belakang rumah milik Sapta, ambrol diterjang aliran air, menyebabkan pondasi rumah terkikis dan bangunan terancam roboh.
Peristiwa ini terjadi pada malam hari saat hujan mencapai intensitas tertinggi.
Baca juga: Terduga Pelaku Pembunuhan Perempuan di Kosan di Ciamis Ditangkap, Polisi Dalami Motif
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 15 juta.
Pondasi yang tergerus membuat sebagian bangunan rumah menggantung di atas tanah yang mulai tidak stabil.
Mengetahui kejadian ini, masyarakat sekitar tidak tinggal diam, sejak Minggu pagi kemarin, puluhan warga bersama relawan dari Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana), personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat Pemerintah Desa Indragiri, serta unsur TNI dan Polri langsung turun ke lokasi.
Mereka bergotong royong membersihkan material longsoran, memperkuat bagian rumah yang rawan, dan menyiapkan jalur evakuasi apabila dibutuhkan.
Odin Nugraha, anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, menyampaikan bahwa saat ini fokus utama di lapangan adalah mencegah longsor susulan.
"Kondisi tanah masih sangat labil, ditambah cuaca yang belum menentu. Kami sangat membutuhkan terpal plastik untuk menutupi area longsoran agar air hujan tidak semakin memperparah situasi," ujar Odin saat dihubungi, Senin (21/4/2025).
Masyarakat setempat diminta tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti lereng bukit dan bantaran sungai.
Pemerintah desa bersama relawan dan aparat terkait terus memantau kondisi di lapangan dan bersiap melakukan evakuasi bila situasi memburuk.
Baca juga: Fakta-fakta Penemuan Mayat Membusuk di Pabuaran Ciamis, Wajah Terlilit Lakban, Penghuni Kos Tak Ada
“Gotong royong tersebut menjadi bukti kekuatan solidaritas warga saat menghadapi bencana. Namun kami tetap berharap bantuan darurat, seperti terpal dan logistik, dapat segera disalurkan untuk meringankan beban warga terdampak,” tambah Odin.
Dengan semangat kebersamaan, warga Desa Indragiri dan sekitarnya menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga kepedulian bersama.
Namun, mereka tetap berharap perhatian lebih dari pihak berwenang, khususnya dalam penguatan infrastruktur pencegah bencana seperti TPT dan drainase lingkungan.(*)
| Tiga Jemaah Calon Haji dari Ciamis Gagal Berangkat, Mendadak Stroke hingga Demensia |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Jabar Bahas Raperda Tentang Kependudukan dan Cadangan Pangan Kabupaten Ciamis |
|
|---|
| Longsor Tewaskan Dua Wisatawan, Pemkab Subang Tutup Sementara Akses Wisata Curug Cileat |
|
|---|
| Polisi Sisir Wilayah Ciamis, Sasar 4 Titik Peredaran Miras, Ratusan Botol Disita |
|
|---|
| Duka Keluarga Korban Tewas Longsor di Jalur Curug Cileat Subang, Sesalkan Tak Ada Peringatan Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/menyingkirkan-material-longsor-yang-mengancam-rumah.jpg)