Perang Dagang Global, ISMI Dorong UKM Perkuat Inovasi dan Jajaki Pasar Baru
Ilham juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak seperti KADIN dan BRIN untuk memperkuat inovasi teknologi di kalangan UKM.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketidakpastian global akibat perang dagang antara negara-negara besar mendorong pelaku usaha, khususnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM), untuk mengambil langkah adaptif.
Ketua Serikat Koordinasi Nasional ISMI (Ikatan Saudara Muslimin Indonesia), Ilham Akbar Habibie, menegaskan bahwa krisis global harus dijadikan momentum untuk inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ISMI yang digelar di Sersan Bajuri, Kota Bandung, Rabu (16/4/2025), Ilham mengungkapkan bahwa dampak perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif Amerika Serikat dan respons negara-negara lain memunculkan tekanan besar pada arus perdagangan global.
"Kita tidak bisa hanya reaktif dengan balasan tarif. Itu bisa memicu kehancuran perdagangan dunia. Indonesia memilih jalur negosiasi, tapi bagi UKM kita, ini adalah waktu untuk reformasi dan inovasi," ujarnya.
ISMI, yang sejak awal berdiri pada 2013 atas inisiatif empat organisasi besar Islam MUI, NU, Muhammadiyah, dan ICMI telah memposisikan diri sebagai rumah besar bagi UKM Muslim Indonesia.
Tahun ini, organisasi tersebut mengangkat tema “Kolaborasi dan Inovasi untuk Mencapai Kedaulatan Pangan,” sejalan dengan prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo yang menekankan kedaulatan pangan, air, dan energi.
"UKM harus kita dorong untuk tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mulai mengolah hasil bumi dan laut sendiri. Kita sudah lakukan di sektor mineral, kini saatnya sektor pertanian dan perikanan menyusul," ujar Ilham.
ISMI sendiri saat ini fokus pada lima sektor utama: dagang, pangan, papan, industri, serta teknologi dan inovasi.
Dalam menghadapi tantangan geopolitik dan perang dagang, ISMI melalui jejaringnya termasuk 23 Organisasi Wilayah (Orwil) mendorong UKM untuk mulai membuka akses pasar ke Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa.
Ilham juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak seperti KADIN dan BRIN untuk memperkuat inovasi teknologi di kalangan UKM.
Ia menyebutkan bahwa sebagai Ketua ICC Indonesia dan pemimpin Center of Entrepreneurship (COA), dirinya mendorong pelatihan ekspor bagi UKM agar mampu menembus pasar global.
“Jangan biarkan krisis berlalu tanpa dimanfaatkan. Justru saat krisis, kita harus berinovasi dan membangun kekuatan baru. Itulah yang kami dorong di ISMI,” tegasnya.
Menanggapi situasi investasi dalam negeri, terutama di tengah upaya pemerintah daerah menghapus premanisme dan ormas penghambat investasi, Ilham mengatakan bahwa pihaknya sebagai pelaku bisnis siap bekerja sama dengan otoritas untuk menciptakan iklim usaha yang aman dan kondusif.
“Premanisme itu satu gejala sosual, seringkali muncul karena tekanan ekonomi. Kalau kita terus terang, ya banyak orang yang menganggur dan kita harus bantu ciptakan peluang kerja dan usaha,” tambahnya. (*)
| Belum Usai Soal Lisa Mariana, Ridwan Kamil Terseret Utang Mobil Nunggak Cicilan ke Anak BJ Habibie |
|
|---|
| Ada 5.000 UMKM di Cimahi, Wali Kota Wanti-wanti Terkena Imbas Perang Dagang AS-China |
|
|---|
| Efek Perang Dagang Global, Pengamat: Properti dan BBM Stabil, Kendaraan Bermotor Terancam Naik Harga |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah dan Perang Dagang Berdampak pada Harga Properti? |
|
|---|
| Perang Dagang Amerika - China, Influencer Ramai-ramai Bongkar Rahasia Barang Mewah, Dibuat di China? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ketua-Serikat-Koordinasi-Nasional-ISMI-3.jpg)