Wamen PPPA Minta RSHS Perbaiki Sistem Keamanan Pasca-Dokter PPDS Rudapaksa Keluarga Pasien
Perbaikan sistem wajib dilakukan RSHS, pascakasus rudapaksa yang diduga dilakukan dokter PPDS, Priguna Anugerah kepada keluarga pasien.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perbaikan sistem wajib dilakukan RSHS, pascakasus rudapaksa yang diduga dilakukan dokter PPDS, Priguna Anugerah kepada keluarga pasien dan dua orang pasien lainnya.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, seusai berkunjung ke RSHS, Kota Bandung, Senin (14/4/2025).
"Tentu itu akan menjadi pembelajaran semua pihak, tadi juga hadir juga dari universitas, juga dari rumah sakit. Ini sebuah pembelajaran ya, maksudnya kita bagaimana membuat sebuah sistem yang lebih baik," ujar Veronica Tan.
Pihaknya pun mengajak kepada semua perempuan untuk berani menyuarakan jika merasa menjadi korban kekerasan.
"Kami dari Kementerian PPPA juga sudah ada kerjasama dengan Direktorat Kepolisian TPPO dan kita mengajak semua perempuan untuk berani speak up, kita akan menjaga rasa aman supaya ketika pelapor yang lain itu bisa melaporkan, negara hadir untuk para siapapun yang melaporkan," katanya.
Selain itu, saat ini pihaknya tengah membangun sistem call center Sapa 129 yang sedang dibangun Sumber Daya Manusia (SDM) nya supaya bisa melakukan pelayanan dengan baik.
"Tentu balik lagi etika, hati itu menjadi kunci, kemudian skill building dan kemudian pelapor itu kita akan jaga rahasia dan keamanannya. Tentu di pihak-pihak lain seperti CCTV yang kita lihat itu menjadi modal juga yang harus diperbaiki," ucapnya.
| Dedi Mulyadi Dorong Kemenkes Investigasi Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Nina Saleha Ibu yang Bayinya Nyaris Tertukar Laporkan Perawat RSHS ke Polda Jabar |
|
|---|
| Dirut RSHS Akhirnya Buka Suara soal Bayi Nyaris Tertukar, Sebut Perhatian Perawat Teralihkan |
|
|---|
| Kasatreskrim Polrestabes Bandung Soal Kasus Bayi di RSHS: Kami Mohon Waktu |
|
|---|
| Ombudsman Jabar Pantau Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS: Kumpulkan Data Untuk Tindak Lanjut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Pemberdayaan-Perempuan-dan-Perlindungan-Anak-1111.jpg)