Sabtu, 25 April 2026

Ingat Toni RM? Eks Pengacara Pegi Setiawan Sindir Gebrakan Dedi Mulyadi Sebut Gubernur Emosional

Ternyata gebrakan kebijakan Dedi Mulyadi disorot turut menyita perhatian Toni RM mantan pengacara Pegi Setiawan, berani sindir sikap Gubernur Jabar

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Kolase TribunnewsBogor.com
GEBRAKAN DEDI MULYADI: Kolase foto Dedi Mulyadi sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat dan foto Toni RM mantan pengacara Pegi Setiawan kasus Vina (arsip). Ternyata gebrakan kebijakan Dedi Mulyadi turut menyita perhatian Toni RM mantan pengacara Pegi Setiawan, berani sindir sikap Gubernur Jabar 

"Misalnya pembongkaran objek wisata Hibisc di Puncak Bogor, pelarangan study tour, pelarangan seragam, LKS. Pada dasarnya saya setuju, saya sebagai orang hukum, ketika ada suatu pelanggaran memang harus ditindak, akan tetapi tetap harus sesuai prosedur. Contoh pembongkaran apakah sudah sesuai prosedur atau belum," tambahnya.

Kemudian, Toni RM memberikan saran agar Dedi Mulyadi melakukan kajian terlebih dahulu jika hendak membuat peraturan.

Namun sebagai warga Jabar sendiri, Toni mengaku belum pernah mengetahui soal adanya kajian yang dilakukan Dedi terkait dengan kebijakan yang diambilnya.

Toni RM tidak ingin menyimpulkan kebijakan Dedi Mulyadi tersebut pencitraan atau bukan.

"Saya pribadi tidak menyimpulkan (Dedi Mulyadi) pencitraan, host yang menanyakan. Saya katakan kalau gebrakan itu tidak diikuti dengan eksekusi suatu aturan entah Perda entah Pergub, maka itu yang dinamakan pencitraan.”

“Larangan study tour apakah sudah dibuat pergubnya atau peraturan terkaitnya? kajiannya harus dilakukan itu apalagi dengan Perda harus ada naskah akademik. Jadi ketika melarang lewat media sosial, larangannya sudah dituangkan belum dalam peraturan?" paparnya.

Toni RM juga mempertanyakan prosedur yang dilakukan Dedi saat membuat kebijakan.

Menurutnya suatu kebijakan disebut pencitraan jika gebrakan untuk menciptakan kebijakan itu tidak diikuti dengan pembuatan suatu aturan.

Kemudian, Toni RM mengungkap curhatan mantan kepala dinas pendidikan di Indramayu yang mengeluh soal larangan study tour.

Karena berbeda pandangan dengan sang Gubernur, kepala dinas tersebut terkena imbasnya.

Dari kasus tersebut, Toni RM menyoroti sikap Dedi Mulyadi sebagai pemimpin agar mengayomi seluruh warganya.

Toni RM justru menyoroti sikap Dedi Mulyadi yang tampak seolah memusuhi bagi pihak tertentu jika berseberangan dengannya.

Lantas, Toni pun menyindir bahwa sikap Dedi Mulyadi itu emosional.

"Sebagai seorang pemimpin, pengusaha asosiasi itu juga warganya, jangan sampai dijadikan seperti musuh. Kan kita lihat cara Kang Dedi Mulyadi ini emosional dalam mengeksekusi kebijakan. Jadi saya menyimpulkan, jangan sampai orang-orang yang dinilai melanggar aturan itu dianggap sebagai musuh, sehingga perlakuannya agak kurang santun, agak sok," ungkap Toni RM.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved