Senin, 27 April 2026

Ingat Toni RM? Eks Pengacara Pegi Setiawan Sindir Gebrakan Dedi Mulyadi Sebut Gubernur Emosional

Ternyata gebrakan kebijakan Dedi Mulyadi disorot turut menyita perhatian Toni RM mantan pengacara Pegi Setiawan, berani sindir sikap Gubernur Jabar

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Kolase TribunnewsBogor.com
GEBRAKAN DEDI MULYADI: Kolase foto Dedi Mulyadi sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat dan foto Toni RM mantan pengacara Pegi Setiawan kasus Vina (arsip). Ternyata gebrakan kebijakan Dedi Mulyadi turut menyita perhatian Toni RM mantan pengacara Pegi Setiawan, berani sindir sikap Gubernur Jabar 

TRIBUNJABAR.ID - Bagi masyarakat yang mengikuti kasus Vina dan Pegi Setiawan mungkin masih ingat dengan sosok Toni RM?

Dia adalah seorang pengacara yang pernah menangani kasus Vina dan mendampingi Pegi Setiawan hingga akhirnya bebas.

Belum lama ini, Toni RM menjadi sorotan setelah mengungkap pendapatnya soal gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Hampir setiap gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menuai sorotan dari masyarakat.

Mulai dari larangan study tour, pembongkaran tempat wisata di Puncak Bogor dan yang terbaru pemberantasan preman.

Baca juga: Petugas Kebersihan di Subang Teriak saat Dengar Gaji Naik, Dedi Mulyadi: Asal Tak Boleh "Nyandung"

Ternyata gebrakan Dedi Mulyadi tersebut turut menyita perhatian pengacara bernama Toni RM.

Toni RM berani memberikan sindiran kepada Dedi Mulyadi terkait kebijakannya yang belakangan ini kerap menuai kontroversi di masyarakat.

Bahkan pengacara itu berani menyindir Dedi Mulyadi bahwa sifat Gubernur Jabar itu emosional.

Sebelumnya, sosok Dedi Mulyadi bagi Toni RM sudah tak asing.

Sebelum Dedi menjadi Gurbernur Jabar, keduanya sempat terlibat membantu dalam kasus Vina.

Toni RM menjadi pengacara Pegi Setiawan, pemuda Cirebon yang dituding sebagai salah satu pelaku pembunuhan kasus Vina.

Sedangkan Dedi Mulyadi saat itu membantu mengekspos sejumlah saksi yang terlibat dalam kasus Vina.

Terlepas dari keterkaitan keduanya, belum lama ini Toni RM blak-blakan memberikan pendapat soal kinerja Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar.

Hal itu diungkapkan Toni RM saat ia diundang menjadi salah satu narasumber di program televisi catatan demokrasi yang tayang di kanal Youtube tvonenews.

Dalam wawancara tersebut, Toni RM tak hanya mengungkapkan pendapat, ia juga berani menyindir Dedi Mulyadi.

Sebagai warga Indramayu, Toni RM pun mencermati kinerja sosok Dedi Mulyadi yang kini jadi Gubernurnya.

Mantan pengacara Pegi Setiawan itu menyebut Dedi Mulyadi terlalu berani.

"Saya melihat Kang Dedi Mulyadi yang biasa akrab disapa Gubernur Jawa Barat ini gebrakannya memang terlalu berani.”

“Makanya presiden pernah mengatakan ini ngeri-ngeri sedap Gubernur Jawa Barat," ujar Toni RM dilansir dari tayangan Youtube tv one news, Kamis (10/4/2025).

Bukan tanpa sebab, Toni RM menyebut Gubernur Jabar itu berani karena kebijakannya.

Toni RM pun menyinggung kebijakan Dedi Mulyadi yang melakukan pembongkaran tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak Bogor yang dituding jadi biang kerok banjir Jabodetabek.

Pengacara itu mewanti-wanti kepada Dedi Mulyadi soal sebab akibat dari kebijakan Gubernur Jabar tersebut.

"Jangan lupa walaupun memang untuk kepentingan penataan sesuatu daerah, tetap Kang Dedi Mulyadi harus tahu akibat kebijakannya itu ada orang-orang yang merasa dirugikan. Dan orang yang dirugikan itu juga warganya,” ungkap Toni RM.

Toni khawatir imbas kebijakan Dedi Mulyadi yang berani menjadi pemicu munculnya musuh.

Ia menyinggung agar Dedi tidak menganggap perusahaan yang telah melakukan pelanggaran sebagai musuh sehingga langsung ditindak dengan cepat. 

Namun, Toni RM memberikan sindiran menohok apakah aksi Dedi Mulyadi itu pencitraan atau gebrakan.

Baca juga: Gaya Kepempimpinan Dedi Mulyadi Dibandingkan Para Gubernur Jabar Terdahulu, Ini Kata Eka Santosa

Kemudian Toni RM membeberkan argumen dan gambaran soal pencitraan yang dia maksud.

"Pencitraan itu suatu kesan yang sengaja dibuat agar bercitra positif. Kalau gebrakan tentu. Ini pendapat saya, akan dinamakan pencitraan.

“Kalau gebrakan itu tidak dieksekusi dengan peraturan, jadi hanya disampaikan di media sosial, kemudian diliput media, tapi peraturannya tidak dibuat. Maka saya simpulkan itu pencitraan," paparnya.

Lebih lanjut, Toni RM mempertanyakan soal gebrakan yang dilakukan Dedi Mulyadi, apakah sudah sesuai prosedur atau belum.

"Misalnya pembongkaran objek wisata Hibisc di Puncak Bogor, pelarangan study tour, pelarangan seragam, LKS. Pada dasarnya saya setuju, saya sebagai orang hukum, ketika ada suatu pelanggaran memang harus ditindak, akan tetapi tetap harus sesuai prosedur. Contoh pembongkaran apakah sudah sesuai prosedur atau belum," tambahnya.

Kemudian, Toni RM memberikan saran agar Dedi Mulyadi melakukan kajian terlebih dahulu jika hendak membuat peraturan.

Namun sebagai warga Jabar sendiri, Toni mengaku belum pernah mengetahui soal adanya kajian yang dilakukan Dedi terkait dengan kebijakan yang diambilnya.

Toni RM tidak ingin menyimpulkan kebijakan Dedi Mulyadi tersebut pencitraan atau bukan.

"Saya pribadi tidak menyimpulkan (Dedi Mulyadi) pencitraan, host yang menanyakan. Saya katakan kalau gebrakan itu tidak diikuti dengan eksekusi suatu aturan entah Perda entah Pergub, maka itu yang dinamakan pencitraan.”

“Larangan study tour apakah sudah dibuat pergubnya atau peraturan terkaitnya? kajiannya harus dilakukan itu apalagi dengan Perda harus ada naskah akademik. Jadi ketika melarang lewat media sosial, larangannya sudah dituangkan belum dalam peraturan?" paparnya.

Toni RM juga mempertanyakan prosedur yang dilakukan Dedi saat membuat kebijakan.

Menurutnya suatu kebijakan disebut pencitraan jika gebrakan untuk menciptakan kebijakan itu tidak diikuti dengan pembuatan suatu aturan.

Kemudian, Toni RM mengungkap curhatan mantan kepala dinas pendidikan di Indramayu yang mengeluh soal larangan study tour.

Karena berbeda pandangan dengan sang Gubernur, kepala dinas tersebut terkena imbasnya.

Dari kasus tersebut, Toni RM menyoroti sikap Dedi Mulyadi sebagai pemimpin agar mengayomi seluruh warganya.

Toni RM justru menyoroti sikap Dedi Mulyadi yang tampak seolah memusuhi bagi pihak tertentu jika berseberangan dengannya.

Lantas, Toni pun menyindir bahwa sikap Dedi Mulyadi itu emosional.

"Sebagai seorang pemimpin, pengusaha asosiasi itu juga warganya, jangan sampai dijadikan seperti musuh. Kan kita lihat cara Kang Dedi Mulyadi ini emosional dalam mengeksekusi kebijakan. Jadi saya menyimpulkan, jangan sampai orang-orang yang dinilai melanggar aturan itu dianggap sebagai musuh, sehingga perlakuannya agak kurang santun, agak sok," ungkap Toni RM.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved