Kontra Larangan Study Tour oleh Dedi Mulyadi, Kadisbudpar Cirebon: Seperti Bakar Rumah Karena Tikus
Selain berdampak pada pendidikan, Abraham juga mengkhawatirkan efek larangan study tour ini terhadap sektor pariwisata.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang melarang kegiatan studi tour ke luar provinsi menuai pro dan kontra.
Salah satu yang menyuarakan ketidaksetujuannya adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Abraham Muhammad.
Abraham menilai larangan tersebut terlalu generalisasi dan berpotensi berdampak negatif pada dunia pendidikan serta industri pariwisata.
"Saya salah satu orang yang mendukung dan memilih beliau menjadi gubernur. Bahkan, siapa tahu ada rezeki beliau bisa mencalonkan presiden."
Baca juga: Gubernur Dedi Mulyadi Larang Study Tour, Pengusaha Travel Ciayumajakuning Sebut Banyak yang Cancel
"Namun, dalam konteks studi tour, saya pribadi maupun sebagai kepala dinas tidak setuju dengan kebijakan ini," ujar Abraham saat diwawancarai selepas menerima para pelaku pariwisata se-Ciayumajakuning di kantornya, Senin (24/3/2025).
Menurut Abraham, kebijakan ini muncul sebagai respons atas kecelakaan yang menimpa peserta studi tour.
Namun, ia menilai kebijakan tersebut tidak menyasar akar permasalahan.
"Seyogyanya dari kecelakaan itu, ada empat pihak yang harus diminta pertanggungjawaban, bukan langsung melarang studi tour ke luar provinsi," ucapnya.
Ia menyebutkan empat aspek yang seharusnya dievaluasi, yakni pengusaha travel, apakah kendaraan yang digunakan sudah sesuai standar keamanan.
Lalu, Dinas Perhubungan, apakah kendaraan telah lulus uji KIR dan dinyatakan layak jalan.
Selain itu, kepolisian, sejauh mana peran kepolisian dalam memastikan keselamatan perjalanan dan Dinas PUTR, apakah akses jalan yang dilewati dalam kondisi aman dan layak dilalui.
Menurutnya, yang perlu diperbaiki adalah sistem pengawasan, bukan sekadar melarang.
"Jangan sampai ada kesan seperti membakar rumah hanya karena ada tikus di dalamnya. Padahal, yang perlu diatasi itu tikusnya, bukan rumahnya yang dihancurkan," jelas dia.
Ia juga menyoroti pentingnya studi tour dalam proses pembelajaran siswa.
Baca juga: Ipoba: Larangan Study Tour Dedi Mulyadi Jadi Covid-19 Kedua Bagi Pelaku Wisata, Dampaknya Lima Tahun
| Pantas Saja Puluhan Tahun Tak Diaspal, Status Jalan Sentra Garam Pangenan Cirebon Ternyata Misterius |
|
|---|
| Warga Bandung Harap Sabar, Dedi Mulyadi Targetkan Kabel Semrawut Beres di 2027 |
|
|---|
| Jual Sapi demi Bonus Persib Bandung Rp 1 Miliar, Dedi Mulyadi Siapkan Rp 2 M jika Maung Juara Lagi |
|
|---|
| Umuh Muchtar Tebar Kode Soal Pemain Asing Baru Persib: Begitu Datang, Bobotoh Pasti Senang |
|
|---|
| Saat Dedi Mulyadi Tanya Bocoran Transfer Persib ke Umuh Muchtar: Kalau Bisa Kontrak Messi, Bagus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Abraham-Muhammad-Senin-2532025.jpg)