Selasa, 5 Mei 2026

Berita Viral

Viral, Putri Lapor Penipuan tapi Ditolak Polisi Malah Ditawari Nastar, Curhat ke Damkar Pekalongan

Korban penipuan Rindika Putri curhat ke petugas damkar di Pekalongan, setelah laporannya disebut ditolak polisi. Polres Pemalang beri klarifikasi.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Dok. Damkar Pekalongan via TribunJateng
CURHAT KE DAMKAR - Rindika Putri (23) warga Kota Pekalongan, curhat ke petugas damkar Kota Pekalongan. Putri karena sudah jadi korban penipuan sepeda listrik melalui marketplace Facebook pada Jumat (14/3/2025). 

TRIBUNJABAR.ID - Korban penipuan bernama Rindika Putri (23) curhat ke petugas pemadam kebakaran (damkar) di Pekalongan, Jawa Tengah, setelah mengaku laporannya ditolak polisi.

Peristiwa ini terjadi ketika perempuan yang akrab disapa Putri ini menjadi korban penipuan pembelian sepeda listrik melalui Facebook.

Putri pun sempat melaporkan peristiwa ini ke polisi, tetapi mengaku mendapatkan penolakan.

Sementara, kepolisian pun memberikan klarifikasi terkait viralnya cerita Putri tersebut.

Lantas, seperti apa cerita selengkapnya?

Kronologi Penipuan

Kronologi penipuan berawal saat Putri terpincut melihat ada sepeda listrik dengan harga Rp1.650.000 pada Jumat (14/3/2025).

Dia pun tidak mempermasalahkan jika sepeda listrik itu adalah barang second.

Baca juga: Viral, Kejadian Pilu Lansia Meninggal di Atas Becaknya Sempat Dikira Tidur, Terungkap Sosoknya

"Setelah komunikasi dengan penjual, dari penjual bilang dengan harga Rp1.650.000 adalah barang baru bukan barang second atau bekas," kata Rindika Putri, Sabtu (15/3/2025), dikutip dari TribunJateng.

Setelah terjadi kesepakatan, penjual pun meminta Putri untuk mengirimkannya sejumlah uang dengan alasan membuat nota faktur pembelian.

Putri pun percaya dan mengirimkan uang sebesar Rp450.000.

"Saya kan orang awam, tidak tahu kalau itu penipuan, penjual minta ditransfer dengan alasan untuk membuat nota," ucap Putri.

Setelah itu, Putri pun mendatangi toko sepeda listrik yang tertera dalam nota. Toko itu berada di Kabupaten Pemalang.

"Saya pergi ke Pemalang, tempat toko sepeda listrik tersebut untuk memastikan barang itu. Kemudian, dari keterangan karyawan toko bahwa nota itu bukan dari toko tersebut," kata Putri.

Kepada Putri, pemilik toko menyatakan bahwa ia adalah orang keenam yang mengalami peristiwa serupa.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved