Misteri Tewasnya Pelajar SMP di Kuningan, Luka Lebam di Sekujur Tubuh, Akibat Perang Sarung?

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Ravianto
ahmad ripai/tribunjabar
PERANG SARUNG - Puhun (66) orang tua korban pelajar SMP di Kuningan yang meninggal diduga akibat perang sarung, Kamis 6 Maret 2025 subuh. Siswa SMP itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. 

Menyinggug soal jasad korban, Sajum mengetahui korban meninggal itu sekitar pukul 04. 00 WIB.

"Saya di kasih tahu keponakan meninggal itu pada jam 4 waktu sahur. Terus paginya, saya ke rumah duka dan ikut melakukan pemakaman korban sekitar jam 8 pagi," kata Sajum lagi. 

Diketahui sebelumnya jasad korban ditemukan di area pemakaman Cirendang dengan kondisi memprihatinkan.

Korban ditemukan sekitar pukul 03. 00 WIB dalam kondisi memprihatinkan, banyak luka lebam.

Saat ditemukan, korban memakai kemeja motif batik dan jaket warna biru serta celana training sekolah warna biru list kuning.

Wajah korban penuh luka lebam, memar dan mengeluarkan darah dari mulut hingga cairan darah berceceran dekat tubuh korban.

Sementara Lurah Cirendang, Kuswara, mengatakan korban bernama Muhammad Hilman Herdiana (14) merupakan pelajar SMPN Cigugur, warga Lingkung Cikedung RT 09 RW 03 Kelurahan Cirendang Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan.

"Kejadiannya sekira pukul 03.00 WIB. Saya mendapat kabar pukul 06.00 ketika mau berangkat ke kantor. Bahwa ada warga yang ditemukan meninggal di area pemakaman Caringin Kurung," kata Kuswara.

Dari keterangan lingkungan sekitar, kata Lurah menyebut kalau korban biasanya berkumpul di depan masjid sebelum berkeliling membangunkan sahur. 

"Namun, korban malah pergi sendiri entah kemana. Tidak tahu gimana awal kejadiannya, tiba tiba korban ditemukan warga sudah dalam keadaan meninggal di area pemakaman," kata Kuswara lagi.

Kuswara menyebut, ada beberapa kejanggalan yang terlihat dari tubuh korban yang terdapat luka lebam dari bagian dada ke atas. 

"Belum jelas kejadiannya seperti apa, dan penyebab kematiannya karena apa, yang jelas korban sempat memiliki riwayat penyakit epilepsi waktu SD. 

Namun sudah lama juga tidak pernah kambuh dan diketahui ada riwayat penyakit korban ini diakui menurut keterangan keluarga korban memang pernah mempunyai penyakit epilepsi," kata Kuswara seraya menambahkan bahwa permalasahan demikian sudah mendapat penanganan dari petugas kepolisian. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved