Misteri Tewasnya Pelajar SMP di Kuningan, Luka Lebam di Sekujur Tubuh, Akibat Perang Sarung?

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Ravianto
ahmad ripai/tribunjabar
PERANG SARUNG - Puhun (66) orang tua korban pelajar SMP di Kuningan yang meninggal diduga akibat perang sarung, Kamis 6 Maret 2025 subuh. Siswa SMP itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Kasus tewasnya seorang pelajar SMP di Kuningan masih menjadi misteri.

Korban tewas adalah Muhammad Hilman Herdiana (14) pelajar SMPN Cigugur yang merupakan warga Lingkung Cikedung RT 09 RW 03 Kelurahan Cirendang Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan.

Hilman ditemukan meninggal pada Kamis 6 Maret 2025 pukul 06:00 WIB di area Pemakaman Caringin Kurung.

Hilman diduga jadi korban perang sarung yang terjadi sekitar pukul 03:00 WIB di wilayah tersebut.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut.

"Mendengar informasi banyak bermunculan tentang kematian pelajar SMPN, kami tentu sangat prihatin dan berharap keluarga korban lebih sabar," kata Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Kamis (6/3/2025).

Mengenai kebenaran bahwa korban sebelumnya perang sarung, Bupati Dian menyerahkan soal tersebut kepada polisi.

"Kami sangat mengapreasi atas tindakan cepat yang dilakukan petugas kepolisian. Kemudian, untuk terjadi akibat adanya perang sarung, hal itu kami no comment. Yang jelas kasus kematian pelajar mendapat perhatian dari kepolisian," katanya.

Bupati Dian juga sudah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk berkordinasi terkait pelajar SMP yang tewas itu.

Aksi perang sarung di Kuningan memang sempat viral seperti yang sempat beredar di media sosial dimana terjadi di kawasan wisata Palutungan.

Berita sebelumnya, kematian pelajar SMPN Cigugur di Kuningan sempat menggegerkan warga.

"Dalam jasad korban di temukan sejumlah luka lebam. Seperti di bagian dada kiri dan kelopak mata hingga mulut mengeluarkan darah," kata Sajum (54) yang kebetulan paman korban saat ditemui di lokasi tidak jauh dari tempat kejadian perkara, Kamis (6/3/2025). 

Sajum mengatakan, dugaan kematian keponakannya yang duduk di bangku SMPN Cigugur kelas 8.

"Gegernya keponakan kami meninggal akibat perang sarung. Kan, biasa kalau di bulan puasa suka terjadi perang sarung begitu, meski muncul informasi begitu, kami serahkan kepada kepolisian dan kasusnya sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved