Minggu, 17 Mei 2026

Selain Larangan Study Tour, Dedi Mulyadi Kini Juga Larang Siswa TK-SD Wisuda, Beri Solusi Ini

Selain larangan study tour tersebut, ternyata Dedi Mulyadi juga melakukan larangan wisuda untuk siswa Taman Kanak-Kanak (TK) - Sekolah Dasar (SD).

Tayang:
Editor: Hilda Rubiah
Instagram @dedimulyadi71
LARANGAN WISUDA SD-TK - Tangkapan layar momen Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi berbicara di forum, Kamis (30/1/2025). - Selain larangan study tour tersebut, ternyata Dedi Mulyadi juga melakukan larangan wisuda untuk siswa Taman Kanak-Kanak (TK) - Sekolah Dasar (SD). 

TRIBUNJABAR.ID - Kebijakan larangan study tour yang dibuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ternyata masih ramai diperbincangkan.

Kini, belum selesai kontroversi larangan study tour tersebut, ternyata Dedi Mulyadi juga melakukan larangan wisuda untuk siswa Taman Kanak-kanak (TK) - Sekolah Dasar (SD).

Hal ini diungkapkan Dedi Mulyadi dalam unggahan Instagramnya pada Jumat (28/2/2025).

Gubernur Jabar itu mengungkapkan terakit larangan wisuda untuk anak sekolah.

Baca juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf Soal Larangan Study Tour, Mengungkit Tragedi di Ciater

Menurut Dedi, wisuda ini lebih cocok untuk kelulusan mahasiswa S1.

"Saya kan melarang kegiatan di sekolah itu kegiatan wisuda, karena wisuda itu menurut saya cocoknya S1 atau D3," kata Dedi Mulyadi dalam unggahan Instagramnya, Jumat (28/2/2025).

Namun pada faktanya, menurut Dedi, saat ini sekolah TK, SD hingga SMP juga menggelar wisuda.

Dedi khawatir bahwa kegiatan wisuda anak sekolah ini menimbulkan masalah keuangan orang tua siswa.

Sebab, untuk menggelar wisuda ini pasti orang tua harus mengeluarkan uang untuk acara.

"Ini TK diwisuda, SD diwisuda, SMP diwisuda, ini kan ujung wisuda ini pembiayaan lagi, ribut lagi," kata Dedi.

Dedi Mulyadi mengusulkan, kelulusan siswa ini digelar di sekolah seperti perayaan kelulusan dan kenaikan kelas di zaman dulu.

Perayaan kelulusan di zaman dulu ini biasanya digelar di sekolah dengan perayaan diwarnai pertunjukan kreatifitas para siswa.

"Bisa gak di sekolah itu, kelulusannya misalnya ya di sekolah aja diselenggarakan, seperti zaman dulu kita lah, kelulusan di bikin di sekolah," kata Dedi.

Bila perlu, kata Dedi, nanti pihak Provinsi Jawa Barat membantu membangun gedung pertunjukan seni untuk para siswa di setiap sekolah.

Gedung tersebut bisa dimanfaatkan untuk perayaan apapun yang digelar di sekolah.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved