Berita Viral
Viral SMKN 2 Surakarta Telat Finalisasi PDSS Buat Siswa Terancam Gagal SNBP 2025, Berujung Didemo
SMKN 2 Surakarta menjadi sorotan viral di media sosial karena membuat siswanya terancam gagal mengikuti SNBP 2025 karena telat finalisasi PDSS.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TRIBUNJABAR.ID - SMKN 2 Surakarta, Jawa Tengah, tengah menjadi sorotan viral di media sosial karena membuat siswanya terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
SNBP adalah salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menyaring siswa berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik.
Sebagai prasyarat pendaftaran, sekolah yang hendak mengikutsertakan siswanya pada SNBP ini harus melakukan registrasi dan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Adapun, periode registrasi dan finalisasi PDSS itu berlangsung pada 6 sampai dengan 31 Januari 2025.
Kemudian, siswa yang dinyatakan eligible bisa mulai mendaftar SNBP pada Selasa, 4 Januari 2025.
Sementara itu, SMKN 2 Surakarta diduga lalai dalam menyelesaikan finalisasi PDSS yang membuat siswanya terancam gagal mengikuti SNBP 2025.
Kasus ini menyita perhatian warganet, khususnya setelah akun X bernama @au****az menceritakan keluh kesahnya terancam gagal mengikuti SNBP.
Cuitan tersebut menyertakan tangkapan layar percakapan yang diduga antara siswa dan pihak sekolah.
Baca juga: Cara Simpan Permanen Akun SNPMB Siswa untuk Daftar SNBP 2025 Mulai 4 Februari, Pastikan Data Lengkap
Selain itu, pantauan Tribunjabar.id pada Senin (3/2/2025) siang, akun resmi SMKN 2 Surakarta di Instagram juga diserbu oleh para warganet yang mengetahui kasus tersebut.
Lantas, seperti apa peristiwa selengkapnya?
Siswa Berdemo
Dilansir dari Kompas.com, ratusan siswa bersama orang tua murid menggelar aksi demonstrasi di halaman SMKN 2 Surakarta pada Senin (3/2/2025).
Aksi demonstrasi itu digelar sebagai bentuk protes atas keterlambatan yang membuat siswa kehilangan kesempatan untuk mengikuti SNBP.
Sejumlah spanduk berisi kritik terhadap pihak sekolah terpasang di area sekolah, di antaranya bertuliskan: "Guru Lalai Kami Terbengkalai," "Kami Berhak SNBP," "Pray for Stemsa," dan "Jaga Nama Baik Sekolahmu?"
Salah seorang murid, Nayla, mengatakan bahwa siswa tidak dapat mendaftar SNBP 2025 akibat keterlambatan finalisasi PDSS oleh pihak sekolah.
| Viral Detik-detik Truk Sampah 'Dimakan' Jalan Ambles di Ciwaruga Bandung Barat, Bawa 2,4 Ton Sampah |
|
|---|
| Ingat Kasus Viral Pelajar Sukabumi Dianiaya? Mandeg 7 Bulan, Ibu Korban Pertanyakan Kerja Polisi |
|
|---|
| Viral Mobil Tabrak Sepeda Motor hingga Cekcok di Puncak Pass Cianjur, Diduga gara-gara Dikejar Matel |
|
|---|
| Viral Video Dugaan Premanisme di Ciamis, Ternyata Keribatan Dua Sopir di Tasikmalaya |
|
|---|
| Viral Kepulan Asap di Lokasi TPS Rancamanyar Bandung, Pengelola: Pembakaran Bukan di Sini Saja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/SMKN-2-SURAKARTA-DIDEMO.jpg)