Sabtu, 25 April 2026

Semua Unsur Tanggulangi Bencana Banjir Rob Eretan Kulon, yang Diterjang Ombak Setinggi 4 Meter

Ratusan petugas dikerahkan ke lokasi banjir rob di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (29/1/2025).

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
BANJIR ROB - Kondisi banjir rob di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Rabu (29/1/2025). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Ratusan petugas dikerahkan ke lokasi banjir rob di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (29/1/2025).

Polri, TNI, BPBD, Tagana, Dinsos, PMI, hingga unsur relawan ikut terlibat. Mereka bersama-sama berupaya menanggulangi bencana yang merendam ratusan rumah tersebut.

Fokus utama petugas hari ini adalah proses evakuasi warga. Mereka diminta mengungsi mengingat ombak besar masih mengamuk terus menghantam tanggul laut yang dibuat.

Lokasi permukiman warga ini diketahui berada persis di bibir pantai, pelindung mereka hanya tanggul atau breakwater.

Namun pada tanggul tersebut jebol pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB. Ada dua titik yang runtuh diterjang ombak besar setinggi 2,5-4 meter.

Air pun mengalir deras dan merendam permukiman warga. Bahkan di titik tanggul jebol itu kedalaman air sempat mencapai ketinggian 1,5 meter.

Baca juga: Gelombang 4 Meter Terjang Desa Eretan Indramayu Sebabkan Banjir Rob 1,5 Meter dan Jebol Tanggul

Dalam bencana itu, sebanyak 7 rumah dilaporkan rusak.

Kondisi banjir diperparah dengan curah hujan yang deras sejak hari kemarin di wilayah setempat. Tanggul Sungai Kalimenir yang melintas di Desa Eretan Kulon juga ikut jebol di satu titik.

Kapolres Indramayu, AKBP Ari Setyawan Wibowo turun langsung memimpin anggotanya untuk membantu proses penanggulangan.

Ada 60 personel Polri yang dikerahkan. Mereka menyisir permukiman warga untuk membujuk mereka mau dievakuasi.

Kapolres Indramayu juga memberi jaminan akan mengerahkan anggota untuk melakukan patroli menjaga barang bawaan warga yang ditinggal di rumah.

“Memang ada beberapa masyarakat yang belum mau dievakuasi, tapi kami bersama tim ini dari BPBD dan TNI-Polri akan sama-sama menyisir mengedukasi masyarakat,” ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Ari menyampaikan, keselamatan warga menjadi prioritas dalam upaya penanggulangan bencana rob tersebut.

Titik pengungsian sendiri berada di Balai Desa Kertawinangun. Di sana dapur umum sudah berdiri, termasuk pasokan bantuan kebutuhan warga seperti selimut dan lain sebagainya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved