Yuk Kenali Perbedaan Gejala Virus HMPV, Influenza, dan Covid-19, Bantu Lebih Waspada
Gejala HMPV ini berkembang bertahap, mulai infeksi ringan yang bisa menjadi berat bila terlambat diobati
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peneliti ahli madya pusat riset kedokteran praklinis dan klinis BRIN, Telly Purnamasari menyebut virus human metapneumovirus atau HMPV masuk dalam jenis safe limited disease atau dikenal penyakit yang bisa sembuh sendiri.
Tingkat kematian HMPV lebih rendah dibandingkan Covid-19.
Meski begitu, Telly meminta masyarakat tetap waspada. Perlu dikenali perbedaan gejala HMPV, influenza, dan Covid-19.
Baca juga: Belum Ditemukan Kasus HMPV di Subang, dr Maxi Minta Masyarakat Tak Usah Panik
Menurutnya, HMPV biasanya menunjukan gejala yang ringan, misal demam ringan (di bawah 40⁰ celcius), batuk, flu.
Gejala HMPV ini berkembang bertahap, mulai infeksi ringan yang bisa menjadi berat bila terlambat diobati atau daya tahan tubuhnya lemah.
"Tapi, HMPV sering sebabkan gejala ringan, seperti flu biasa. Penyakit ini bisa menjadi serius apabila tidak ditangani, utama menimpa ke kelompok rentan, misal anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis. Gejala awal, semisal batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Dan, bila infeksi menyebar ke saluran pernapasan bawah, yakni bronkus atau paru-paru, maka bisa sebabkan pneumonia atau bronkiolitis," katanya, Jumat (17/1/2025).
Berikutnya, influenza cenderung gejalanya muncul tiba-tiba dengan demam tinggi dan nyeri otot.
Sering kali, kata Telly, influenza ini membuat tubuh terasa sangat lelah dan demam tinggi datang mendadak saat saya tahan tubuh melemah.
Sedangkan Covid -19, Telly menyebut memiliki gejala khas, seperti anosmia atau hilangnya penciuman.
"Nah, gejala inilah tak ditemukan di HMPV dan influenza. Jadi, dapat menjadi indikator awal Covid-19. Kemudian, masa inkubasi HMPV ialah 3-6 hari. Sedangkan Covid cenderung muncul mendadak dengan gejala lebih berat dan tingkat kematian lebih tinggi dibanding HMPV," katanya.
Telly pun menambahkan, penularan HMPV sama dengan Covid yakni melalui droplet alias percikan air liur yang terjadi saat berbicara pada jarak kurang dua meter.
Baca juga: Daftar Gejala HMPV dan Cara Pencegahannya, Mirip Flu Biasa, Masyarakat Diminta Tak Khawatir
Lalu, bisa pula lewat kontak langsung atau permukaan yang terkontaminasi, misal gagang pintu atau barang yang sering disentuh.
"Mari tetap terapkan prilaku hidup bersih dan sehat. Penting menjaga pola makan seimbang, istirahat cukup, dan hindari diet ketat yang bisa menurunkan daya tahan tubuh. Dan, sebenarnya memakai masker bisa jadi kebiasaan baik yang dapat melindungi kita dari berbagai virus," katanya.(*)
| Ciamis Belum Temukan Kasus Campak Terkonfirmasi Lab, Dinkes Pantau Ketat Temuan Suspek di Lapangan |
|
|---|
| Waspada Pola Baru Campak di Cirebon! Virus Mulai Serang Remaja 17 Tahun Meski Sudah Divaksin |
|
|---|
| Hanya Sehari Dirawat, Balita di Cirebon Meninggal Akibat Campak, Dokter: Penurunannya Sangat Cepat |
|
|---|
| Waspada Aquaplaning hingga Marka Licin di Tol Cisumdawu, Pengelola Ingatkan Bahaya Tabrak Belakang |
|
|---|
| Sumedang Peringkat 1 Jabar dan 5 Besar Nasional Indeks Daya Saing Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-flu-tribunjateng.jpg)