Sumedang Peringkat 1 Jabar dan 5 Besar Nasional Indeks Daya Saing Daerah
Kabupaten Sumedang meraih peringkat pertama di Jawa Barat dan lima besar nasional dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD)
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Sumedang meraih peringkat pertama di Jawa Barat dan lima besar nasional dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD)
- Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyebut hasil tersebut merupakan buah kolaborasi lintas sektor dan konsistensi pembangunan berbasis inovasi.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kabupaten Sumedang mencatatkan capaian strategis dengan meraih peringkat pertama di Jawa Barat dan lima besar nasional dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Secara nasional untuk kategori kabupaten, Sumedang berada di posisi kelima dengan skor 4,04, di bawah Badung, Sleman, Sukoharjo, dan Bantul. Capaian ini menegaskan posisi Sumedang sebagai salah satu daerah paling kompetitif di Indonesia.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyebut hasil tersebut merupakan buah kolaborasi lintas sektor dan konsistensi pembangunan berbasis inovasi.
“Peringkat pertama di Jawa Barat dan lima besar nasional menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, inovasi daerah, serta daya saing ekonomi masyarakat,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
IDSD sendiri mengukur produktivitas dan kemajuan daerah melalui berbagai pilar, seperti kualitas sumber daya manusia, ekosistem pasar, inovasi, teknologi, tata kelola, dan lingkungan pendukung pembangunan.
Menurut Dony, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu untuk bekerja lebih baik.
“Penghargaan ini bukan tujuan utama kami. Tujuan utama adalah menyejahterakan masyarakat. Kalau ada apresiasi, itu bonus sekaligus motivasi untuk bekerja lebih keras,” katanya.
Capaian tersebut ditopang oleh berbagai program strategis, mulai dari digitalisasi pemerintahan, penguatan inovasi pelayanan publik, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Dengan hasil ini, Sumedang semakin diperhitungkan sebagai model transformasi pembangunan daerah di tingkat nasional.
| Kasus Bayi Rosita Meninggal di RS Pakuwon Sumedang, Dinkes Jabar Sebut Bukan Ditolak Operasi Caesar |
|
|---|
| Sekda Jabar Tindaklanjuti Kasus Ibu Hamil Ditolak RS Pakuwon Sumedang Hingga Bayinya Meninggal |
|
|---|
| Curhat Pelayanan RS Usai Bayinya Meninggal, Ayah di Sumedang Malah Kena Rujak Netizen hingga Nyesek |
|
|---|
| UPDATE Bayi Meninggal dalam Kandungan, RS Pakuwon Datangi Rumah Korban, Ayah Bayi: Tak Ada Santunan |
|
|---|
| Dokter Sedang Naik Haji, Ibu Hamil di Sumedang Kehilangan Bayi karena Gagal Operasi Caesar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bupati-Sumedang-Dony-Ahmad-Munir-safari-ramadan.jpg)