Aturan Kementerian Agama Soal Pendaftaran Nikah, Ada Batas Waktunya, Benarkah Harus Jauh-Jauh Hari? 

Benarkah batas waktu pendaftaran nikah, harus jauh-kauh hari ? Berikut penjelasan aturan dari Kementerian Agama RI.

Editor: Hilda Rubiah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi menikah. Berikut penjelasan aturan dari Kementerian Agama RI soal batas waktu pendaftaran nikah 

TRIBUNJABAR.ID - Benarkah batas waktu pendaftaran nikah, harus jauh-kauh hari ? Berikut penjelasan aturan dari Kementerian Agama RI.

Bagi calon pengantin yang berencana menikah, simak aturan Kementerian Agama (Kemenag) termasuk soal batas waktu pendaftaran nikah.

Ternyata untuk melakukan pendaftaran nikah ada batas waktu pendaftarannya.

Mendaftar nikah ini bisa dilakukan di Kantor Urusan Agama ( KUA) setempat.

Kebanyakan calon pengantin yang ingin menikah mengajukan berkas pendaftaran pernikahan mereka ke kantor KUA dua bulan hingga tiga bulan sebelum akad nikah digelar.

Baca juga: Jemaah Lansia 90 Tahun Dilarang Berhaji oleh Pemerintah Arab Saudi, Kemenag Ungkap Penjelasan

Lantas bagaimana jika pendaftaran nikah belum dilakukan kurang dari waktu tersebut, dan apakah pendaftaran nikah boleh dilakukan dadakan? berikut penjelasannya.

Dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No 30 tahun 2024 tentang Pencatatan Nikah yang ditandatangani oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, sudah diatur mengenai batas waktu pendaftaran nikah.

Berdasar pasal 3 peraturan tersebut, pendaftaran kehendak nikah dapat dilakukan paling lambat 10 hari kerja sebelum dilaksanakan akad nikah.

Adapun pendaftaran kehendak nikah bisa dilakukan pada KUA tempat nikah akan dilaksanakan atau secara online melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH).

Mengacu pada aturan ini, maka pendaftaran nikah tidak harus dilakukan dua bulan atau tiga bulan sebelum pernikahan.

Hanya saja, pendaftaran dari jauh-jauh hari mungkin dapat membantu calon pengantin agar lebih leluasa dalam mempersiapkan berbagai hal mengingat banyak syarat dokumen yang diperlukan untuk daftar nikah.

Pada kondisi khusus, pendaftaran pernikahan mungkin juga dilakukan kurang dari 10 hari kerja karena alasan satu dan lain hal.

Misalnya ketika orangtua calon pengantin menderita sakit parah sehingga pernikahan harus dipercepat, atau kondisi darurat lain.

Pendaftaran nikah mendadak ini bisa dilakukan kurang dari 10 hari kerja dengan syarat calon pengantin mendapat surat dispensasi dari camat atau membuat surat pernyataan pertanggungjawaban bermeterai beserta alasannya. 

Baca juga: Aturan Baru Nikah 2025 Dikeluarkan Kementerian Agama, Kini Akad Nikah Boleh di Luar Hari Kerja

Berikut daftar dokumen yang wajib dilampirkan untuk daftar nikah: 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved