Usia Bayi Baru 12 Jam Saat Ditemukan Hidup di Kebun Gunasari Sumedang
Bayi yang masih bertali ari-ari itu dibuang kedua orang tuanya. Belum diketahui motif pembuangan bayi ini, polisi masih menyelidiki.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Teganya DS (31) dan NN (24), membuang bayi baru lahir di kebun di sekitar Desa Gunasari, Sumedang Selatan, Sabtu (4/1/2025) petang.
Bayi yang masih bertali ari-ari itu dibuang keduanya. Belum diketahui motif pembuangan bayi ini, polisi masih menyelidiki. Namun, bayi itu ditemukan dalam kedaan hidup.
Bayi itu ditemukan setelah 12 jam dilahirkan. Keterangan ini disampaikan Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Uyun Saepul Uyun setelah melibatkan tim medis untuk memeriksa bayi itu.
"Jadi ada kejadian kemarin, Sabtu petang, seorang anak dibuang sekitar jam 18.45, kami sebelumnya berkoordinasi untuk mengetahui usia bayi,"
"RSUD Umar Wirahadi Kusumah mengatakan usianya 12 jam, kami menyelidiki terhadap TKP, olah TKP dengan Unit PPA, Resmob dan Reskrim Polsek Sumedang Selatan," kata Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Uyun Saepul Uyun di Sumedang, Minggu.
Dia menjelaskan, jeda waktu yang pendek dari melahirkan sampai dibuang itu memantik tanda tanya. Polisi kemudian dapat informasi bahwa di area TKP itu ada sosok seorang perempuan yang ada perubahan secara tubuh,
"Seperti hamil tanpa ada suami, kami lakukan pendalaman, penyelidikan, kami kemudian juga bertemu dengan pihak yang bersangkutan, dibantu kepala dusun, dan bidan,"
"Diduga, ibu tersebut merupakan ibu yang anak yang dibuang itu, Dilihat dari adanya ceceran darah, di kamar mandi, rumah, dan tempat tinggal di sana," katanya.
Dalam hal ini, aparat Kepolisian telah meringkus dua orang diduga pelaku pembuang bayi di kebun.
Pelaku yang diringkus adalah DS (31) warga Dusun Cibitung RT 01/06 Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang
Serta, NN (24), warga Dusun Sembir RT 04/ 09 Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Nafa diduga adalah ibu dari bayi tersebut.
DS yang menemani perempuan itu membuang bayi menurut Kasatreskrim merupakan pacar perempuan tersebut.
"Kami amankan, memang histeris dan syok juga (perempuan itu), tapi kami coba lakukan tindakan kepolisian, dibawa ke Satreskrim Polres Sumedang," katanya.
Kini, keduanya berada di gedung Satreskrim Polres Sumedang untuk menjalani pemeriksaan. Perbuatan yang dilakukan keduanya diancam pasal 305 KUHP, tentang pembuangan bayi baru lahir, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
| Terungkap Motif Guru Culik Murid SD di Sumedang, Berawal dari Nafsu Setelah Kenal di Aplikasi |
|
|---|
| Polisi Ringkus Guru Bejat Terduga Penculik Murid Sekolah Dasar di Sumedang |
|
|---|
| Cerita Aksi Pencuri Motor di Hari Lebaran Berujung Amuk Massa, Pemuda Garut Babak Belur di Sumedang |
|
|---|
| Masih Juga Nekat Beroperasi, Truk Sumbu 3 dan 5 Kembali Terjaring Razia di Jalur Bandung–Garut |
|
|---|
| Belum 24 Jam, Truk-truk Besar yang Dikandangkan usai Terjaring Razia Polres Sumedang Diduga Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Aparat-Kepolisian-telah-meringkus-dua-orang-pelaku-pembuang-bayi-di-kebun.jpg)