Jumat, 10 April 2026

Hujan Lebat Akibatkan Banjir dan Longsor di Pamarican Ciamis, Tebing Setinggi 10 Meter Roboh

Rentetan bencana akibat hujan lebat melanda Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, pada Minggu (8/12/2024) dan Senin (9/12/2024) kemarin.

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa
Hujan Lebat Memicu Tanah Longsor dan Banjir di Pamarican, BPBD Ciamis Ajak Warga Tingkatkan Upaya Mitigasi. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Rentetan bencana akibat hujan lebat melanda Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, pada Minggu (8/12/2024) dan Senin (9/12/2024) kemarin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis bersama masyarakat setempat berupaya melakukan penanganan darurat untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Tanah longsor terjadi di Dusun Cigasong, Desa Mekarmulya, Minggu malam sekitar pukul 23.30 WIB. 

Tebing setinggi delapan meter dengan lebar sepuluh meter juga mengalami longsor akibat curah hujan tinggi yang berlangsung lama, kemudian diperparah oleh minimnya sistem drainase di wilayah tersebut. 

Material longsor menghantam bagian dapur dan ruang TV rumah milik Aris Hidayat, seorang warga setempat.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, longsor ini mengakibatkan kerusakan sedang pada rumah tersebut, dengan tingkat kerusakan mencapai 57 persen. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Curah hujan yang tinggi memicu pergerakan tanah. Drainase yang kurang memadai juga menjadi faktor pendukung terjadinya longsor,” jelas Ani, Selasa (10/12/2024).

Baca juga: Siaga Menghadapi Banjir di Musim Hujan, Aliran Sampah Oxbow Bojongsoang Bandung Dibersihkan

Sebagai upaya tanggap bencana, warga secara gotong royong membersihkan material longsor.

BPBD juga turut memberikan bantuan darurat berupa sembako dan terpal untuk meringankan beban korban.

Sementara itu, Senin dini hari pukul 03.00 WIB, banjir melanda Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari. 

Luapan air dari saluran irigasi Cekamuntil merendam lahan sawah seluas lima hektare.

Pendangkalan saluran dan pembangunan tanggul yang terlalu tinggi menjadi pemicu utama meluapnya air.

Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian pada sektor pertanian.

Kepala BPBD Ciamis menekankan pentingnya normalisasi saluran irigasi sebagai langkah mendesak untuk mencegah banjir susulan.

Baca juga: Dedi Mulyadi Salurkan Bantuan di Sukabumi, Sebut Bencana Banjir Terjadi Akibat Keteledotan

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved