Di Seminar Keprofesian Teknik Kimia, Guru Besar ITB Sebut Pentingnya Mahasiswa Pahami Energi Bersih
Tak hanya menghadapi dunia masa depan, para mahasiswa juga didorong menciptakan ide dan inovasi untuk masalah dekarbonisasi lingkungan.
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.ID - Lingkungan dan perubahan cuaca global menjadi isu penting yang terus digulirkan.
Masifnya perubahan lingkungan yang disertai naiknya temperatur suhu udara ditambah kondisi cuaca yang semakin tak menentu mendorong peran akademisi dan para lulusannya untuk berbuat lebih banyak serta melahirkan inovasi dan ide segar dalam rangka melahirkan teknologi untuk mengurangi emisi atau dekarbonisasi yang menjadi salah satu faktor utama perubahan yang terjadi.
Terkait hal ini, Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung turut mendorong para mahasiswa dan lulusannya untuk bersiap menghadapi kondisi peran mereka dalam dunia kerja yang sesungguhnya, khususnya terkait dengan masalah lingkungan.
Baca juga: Indonesia Jadi Influencer Sawit Dunia Tapi Banyak Negara Tak Suka, ITB Siap Suport Produk Hilir
Tak sekadar menghadapi dunia masa depan sesuai dengan disiplin ilmu, para mahasiswa juga didorong menciptakan ide dan inovasi untuk masalah dekarbonisasi.
Guru Besar Teknik Pemrosesan Gas Fakultas Teknologi Industri ITB, Prof Ir Sanggono Adisasmito MSc Phd, mengatakan bahwa pihaknya menggelar mata kuliah Seminar Keprofesian Teknik Kimia dengan mengundang dua alumni Teknik Kimia ITB, Jumat (6/12/2024).
Dua narasumber yang diundang adalah Berth Phileinta Ginting dan Nuzulia Fajriningrum yang memberikan kuliah tamu seputar tema yang diusung yaitu Peran Sarjana Teknik Kimi dalam Proses Hijau: Menuju Transisi Energi dan Net Zero.
"Para narasumber ini memberikan pengalaman mereka tentang uapaya-upaya dekarbonisasi," ujar Sanggono.
Sanggono menyebut pada intinya mahasiswa bakal dibekali bagaimana menggunakan energi yang bersih serta mengurasngi emisi zat CO2 di udara.
Baca juga: INNALILLAHI, Angggota Polri Bripka Miftahu Rochman Gugur Saat Evakuasi Korban Bencana Sukabumi
Tak hanya itu, mahasiswa juga dibekali bagaiman mengambil sumber energi bersih seperti melalui panel surya, matahari, listrik tanaga air, bioenergi, dan lainnya.
"Salah satu yang disampaikan pembicara adalah pemanfaatan biomassa untuk pembangkit listrik yang kita kenal biomass co firing," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Dosen Teknik Kimia ITB, Anggit Raksajati ST PhD, mengatakan bahwa Seminar Keprofesian Teknik Kimia merupakan sebuah program rutin yang selalu digelar setiap Jumat sore.
"Kami selalu mengundang para alumni teknik kimia untuk memberikan kuliah tamu kepada para mahasiswa," ujar Anggit.
Adapun alumni yang diundang, terdiri dari latar belakang dunia kerja yang berbeda-beda, mulai dari level junior hingga top level di dunia kerja masing-masing.
Seminar Keprofesian ini diselenggarakan atas Undangan Dr Hary Devianto, Ketua Program Studi Sarjana Teknik Kimia FTI ITB, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Keenergian ITB. (*)
guru besar ITB
Prof Ir Sanggono Adisasmito MSc PhD
Anggit Raksajati ST PhD
teknik kimia
Seminar Keprofesian Teknik Kimia
| Soal Penanganan Banjir Oleh Farhan, Guru Besar ITB: Saatnya Konsolidasi dengan Pihak Kampus |
|
|---|
| Gelar PKM, Teknik Kimia Polban Ajak Masyarakat Olah Produk Berbasis Sampah Organik dan Anorganik |
|
|---|
| SOSOK Prof Daryono Guru Besar ITB yang Putranya jadi Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu |
|
|---|
| Pakar ITB Sebut Transisi Energi Bakal Mampu Membuat Indonesia Kejar Target Net Zero Emisi 2060 |
|
|---|
| Indonesia Jadi Influencer Sawit Dunia Tapi Banyak Negara Tak Suka, ITB Siap Suport Produk Hilir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Prof-Ir-Sanggono-Adisasmito-MSc-Phd-kiri-dan-Dosen-Teknik-Kimia-ITB-Anggit-Raksajati-ST-PhD.jpg)