Minggu, 26 April 2026

Semangat Kartini Warnai Wisuda Periode II Tahun 2026 UKSW, Perempuan Memimpin dan Menginspirasi

Semangat Kartini terasa kuat dalam Upacara Wisuda Periode II Tahun 2026 Universitas Kristen Satya Wacana, Kamis (23/04/2026)

Istimewa
WISUDA - Semangat Kartini divisualisasikan melalui kehadiran lima ikon pahlawan perempuan Nusantara. 

Ringkasan Berita:
  • Wisuda UKSW 2026 bertema “Pahlawan Wanita” menonjolkan kepemimpinan perempuan, dari rektor, dekan, hingga wisudawati, sebagai refleksi semangat Kartini di lingkungan akademik.
  • Sebanyak 437 lulusan diwisuda, disertai penghormatan bagi ibu dan perempuan tangguh, serta inspirasi lima pahlawan perempuan Nusantara.
  • UKSW menegaskan komitmen pada pendidikan berkualitas, SDGs, dan lahirnya lulusan unggul yang berintegritas, toleran, serta berdampak bagi masyarakat.

TRIBUNJABAR.ID - Semangat Kartini terasa kuat dalam Upacara Wisuda Periode II Tahun 2026 Universitas Kristen Satya Wacana, Kamis (23/04/2026), ketika sejumlah sosok perempuan tampil memimpin dan memberi makna dalam prosesi akademik yang khidmat.

Mulai dari Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Profesor Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami, Ketua Senat UKSW Profesor Apriani Dorkas Rambu Atahau, hingga petugas pedel dari Tenaga Kependidikan Fakultas Biologi Nanuk Tri Setyorini, S.Si., seluruhnya menegaskan kiprah perempuan di ruang kepemimpinan dan pengabdian. 

Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami mewisuda 437 lulusan dalam acara Upacara Wisuda
WISUDA - Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami mewisuda 437 lulusan dalam acara Upacara Wisuda Periode II Tahun 2026 UKSW di Balairung Universitas.

Nuansa penghormatan kepada perempuan juga tampak saat para dekan perempuan UKSW menyerahkan bunga kepada para lulusan dan orang tua sebagai simbol apresiasi dan kasih.

Mereka adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., Dekan Fakultas Hukum Profesor Dr. Christina Maya Indah S., S.H., M.Hum., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr. Helti Lygia Mampouw, M.Si., serta Dekan Fakultas Psikologi Dr. Sri Aryanti Kristianingsih, M.Si., M.H., Psikolog. 

Momen ini menjadi gambaran hangat tentang peran perempuan yang hadir sebagai pemimpin sekaligus penguat generasi penerus.

Suara generasi muda pun hadir melalui perwakilan wisudawan, mahasiswi Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Mutiara Tyas Putri Andariyanto, S.Si., yang menyampaikan sambutan. Dalam nuansa penghormatan bagi para ibu dan perempuan tangguh, 437 lulusan resmi menuntaskan perjalanan akademik mereka.

Mengusung tema “Pahlawan Wanita,” Wisuda Periode II Tahun 2026 menjadi ruang penghormatan bagi para perempuan tangguh yaitu ibu, oma, dan orang-orang terkasih yang setia mendampingi perjuangan para lulusan hingga mencapai puncak studi.

Semangat perjuangan divisualisasikan melalui kehadiran lima mahasiswa dalam pakaian adat sebagai ikon pahlawan perempuan Nusantara yaitu Raden Ajeng Kartini, Martha Christina Tiahahu, Maria Walanda Maramis, Laksamana Malahayati, dan Roehana Koeddoes. Dari mereka, UKSW merangkai nilai keberanian, pendidikan, kepemimpinan, gagasan, dan literasi sebagai fondasi generasi unggul.

R.A. Kartini mewariskan daya gagas yang mencerahkan generasi. Martha Christina Tiahahu menghadirkan teladan keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih. Maria Walanda Maramis menegaskan pentingnya kecerdasan moral, sosial, dan intelektual.

Laksamana Malahayati melambangkan kepemimpinan tangguh serta ketegasan dalam mengambil keputusan. Sementara Roehana Koeddoes menanamkan nilai literasi dan kekuatan suara perempuan sebagai sarana pemberdayaan melalui media pers.

Kartini Menginspirasi

Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami dalam sambutannya mengajak seluruh civitas academica melanjutkan semangat perjuangan perempuan. Menurutnya, kesempatan belajar yang dinikmati hari ini merupakan buah dari perjuangan panjang para perempuan terdahulu. “Kita bangga bahwa hari ini perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Semangat ini harus kita lanjutkan bersama,” tuturnya.

Ia menegaskan, perjalanan menuju wisuda bukanlah jalan yang mudah. Berbagai tantangan, kebingungan, dan pergumulan hidup menjadi bagian dari proses pendewasaan diri. “Wisuda bukanlah akhir dari perjuangan. Penghargaan tertinggi hari ini patut kita berikan kepada mereka yang berada di balik keberhasilan ini orang tua, ayah, ibu, bahkan oma,” ungkap Rektor perempuan pertama UKSW ini. 

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Profesor Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi turut menyampaikan apresiasi atas nuansa wisuda yang sarat makna. “Puji syukur kita dapat bertemu pada hari penuh sukacita ini. Dalam nuansa semangat Hari Kartini kali ini yang begitu menyentuh, rasanya sulit membendung air mata,” ujarnya.

Ia membagikan refleksi pribadinya sebagai seorang ibu yang merasakan betul dahsyatnya perjuangan orang tua. Menurutnya, doa ayah dan ibu adalah kekuatan yang kerap tak terlihat namun mengantarkan langkah anak-anaknya. “Jangan lupa menghormati mereka cium tangan bukan hanya hari ini, tetapi selamanya. Selama perjalanan masih bisa ditempuh, pulanglah,” pesannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved