Indonesia Jadi Influencer Sawit Dunia Tapi Banyak Negara Tak Suka, ITB Siap Suport Produk Hilir
Dari sekian banyak komoditi, hanya Sawit yang masih bertahan untuk menghasilkan produksi terbanyak di dunia.
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.ID - Produk sawit Indonesia masih menjadi yang terbesar di dunia.
Dari sekian banyak komoditi, hanya Sawit yang masih bertahan untuk menghasilkan produksi terbanyak di dunia.
Indonesia masih memproduksi Sawit terbanyak di dunia mencapai 50 juta ton melebihi Malaysia.
"Dulu masih ada komoditi gula yang berhasil memproduksi dalam jumlah banyak, tapi sekarang gula kita juga impor. Jadi sawit menjadi satu-satunya kebanggaan Indonesia, " ujar Direktur Eksekutif PASPI (Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute) Dr Ir Tungkot Sipayung dalam acara bedah buku Mitos Vs Fakta: Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Global Edisi Keempat di Auditorium SBM ITB, Sabtu (30/11/2024).
Baca juga: BREAKING NEWS: Prof Tatacipta Dirgantara Ditetapkan Jadi Rektor ITB Periode 2025-2030
Tungkot Sipayung mengatakan bahwa Indonesia mulai berperan sebagai influencer sawit di tingkat global. Hanya saja status sebagai influencer di mata dunia membuat beberapa negara tidak suka sehingga menghembuskan isu hoaks atau mitos jelek seputar sawit.
Menurut Tungkot, dulu kelapa sawit termasuk jenis komoditas yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, misalnya kosmetik, minyak goreng, makanan, hingga pakaian. Tapi sekarang sudah dimanfaatkan untuk energi biodiesel.
"Sekarang siapa yang menguasai sawit maka mampu mengontrol dunia karena industri sawit ini tak hanya soal pangan saja. Tapi sawit sudah berada di level lain yakni sawit menjadi energi,"
"Sehingga muncul persaingan ekonomi yang membuat isu sawit dihantam dari sisi lingkungan, kesehatan, sosial hingga ekonomi. Untuk sisi kesehatan misalnya sawit dianggap kolesterol, padahal itu tidak benar," tutu Tungkot Sipayung.
Baca juga: Respons Ketua KM ITB Setelah Terpilihnya Prof Tatacipta Dirgantara Jadi Rektor Baru ITB
Keberadaan industri sawit Indonesia yang menjadi terbesar di dunia dirasa penting sehingga masyarakat perlu memahami adanya mitos dan fakta terkait sawit yang menjadi latar belakang lahirnya bedah buku ini.
Bedah buku dipimpin oleh Dr Jenny Rizkiana sebagai Moderator dan dihadiri oleh Anwar Sadat dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Jummy Sinaga dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI).
Sedangkan dosen ITB yang menjadi narasumber pada bedah buku ini adalah Dr Carolus Borromeus Rasrendra (Teknik Bioenergi dan Kemurgi, Fakultas Teknologi Industri), Prof Dr Elfahmi (Sekolah Farmasi), dan Dr Elham Sumarga (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati).
Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB beserta Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri ITB telah memfasilitasi terlaksananya bedah dan diseminasi buku tersebut.
Dalam kesempatan itu, Guru Besar Teknik Pemrosesan Gas Transisi Energi Fakultas Teknologi Industri ITB Prof Ir Sanggono Adisasmito MSc PhD, mengatakan ITB akan terus mensuport pengembangan produk hilir minyak sawit. Itu karena adanya kebutuhan minyak sawit untuk sektor obat-obatan, energi dan pangan.
"Kunci utama diversifikasi produk hilir minyak sawit selain memikirkan minyak goreng kebutuhan rumah tangga tapi juga ada permintaan untuk produk kosmetik hingga energi untuk bio solar," katanya
Terlebih kebijakan Presiden Prabowo saat ini sangat mendukung untuk industri minyak sawit terus berkembang. Di mana Presiden Prabowo mengharapkan adanya penggunaan minyak sawit hingga 50 persen untuk komposisi biodiesel.
| Warga Ciparay Terlantar di Sorong Besok Harus Angkat Kaki dari Rumah Singgah, Bingung Tidur di Mana |
|
|---|
| DJPP Harmonisasi Perubahan Tarif Layanan Dana Perkebunan Untuk Dorong Hilirisasi Sawit |
|
|---|
| Petasan Imlek Diduga Picu Kebakaran Gudang Bungkil Sawit di Cirebon, Kerugian Tembus Rp1 Miliar |
|
|---|
| Bukan Amarah, Aksi Cabut Sawit di Cirebon Adalah Cara Warga Tangkal Banjir, Longsor, dan Krisis Air |
|
|---|
| BREAKING NEWS Warga Cigobang Cirebon Mengamuk, Cabut Sendiri Ratusan Pohon Sawit Ilegal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bedah-buku-industri-sawit.jpg)