Pakar ITB Sebut Transisi Energi Bakal Mampu Membuat Indonesia Kejar Target Net Zero Emisi 2060
Menurut Sanggono transisi energi merupakan upaya dalam menekan risiko pemanasan global yang berpotensi mengancam kehidupan di masa mendatang.
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.ID - Perubahan iklim serta pemanasan global yang terjadi saat ini dipicu oleh berbagai hal, salah satunya adalahpenggunaan energi fosil yang mengandung hidrokarbon.
Sejumlah energi fosil hidrokarbon antara lain batu bara, minyak bumi dan gas alam.
Pembakaran hidrokarbon membuat produksi gas karbon dioksida (CO2) melebihi batas sehingga menyebabkan suhu bumi meningkat atau disebut juga dengan efek rumah kaca.
Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB, sekaligus Dosen Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri ITB Prof Ir Sanggono Adisasmito MSc PhD IPU ASEAN Eng, mengatakan CO2 merupakan gas penyerap inframerah yang dilepaskan oleh bumi keluar atmosfer sehingga mengakibatkan pemanasan atmosfer.
Baca juga: Di Seminar Keprofesian Teknik Kimia, Guru Besar ITB Sebut Pentingnya Mahasiswa Pahami Energi Bersih
Menurut Sanggono transisi energi merupakan upaya dalam menekan risiko pemanasan global yang berpotensi mengancam kehidupan di masa mendatang.
Perubahan konsumsi energi fosil menuju energi terbarukan (transisi energi) akan mengantarkan Indonesia pada target Net Zero Emisi 2060.
"Hal ini dimulai dengan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan seperti biodiesel dan bioetanol," kata Sanggono dalam Kuliah Umum Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) ITB di Auditorium SBM, Kota Bandung, Sabtu (7/12/2024).
Tanpa adanya perubahan emisi pada akhir abad ini, maka temperatur bumi diperkirakan akan naik 5 derajat celcius dibanding jaman praindustrial.
Sementara alternatif utama untuk menekan CO2 adalah dengan mendahulukan energi terbarukan yang ramah lingkungan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang saat ini masih menggunakan batu bara di mana saat ini 2 persen sudah mengganti batu bara dengan biomassa.
Kemudian pembangkit listrik tenaga air (PLTA) hingga penggunaan panel surya bisa jadi solusi pembangkit listrik yang menggunakan energi batu bara.
"Untuk mendukung energi terbarukan, tahun depan Presiden menginginkan penggunaan sawit untuk biodiesel meningkat dari 35 Persen menjadi 40 persen. BBM akan menjadi lebih ramah lingkungan," ujar Sanggono.
Baca juga: Kuliah Umum Filsafat Sains AI: STEI ITB Dorong Pengembangan AI untuk Kemandirian Digital
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sub Direktorat Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Ir M Agus Kariem ST MT PhD IPM, mengatakan kuliah umum ini dilaksanakan guna mendorong serta memberikan wawasan dan motivasi kepada para mahasiswa Program Profesi Insinyur ITB menjadi insan yang kreatif, inovatif, berwawasan luas.
"Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka PSPPI meyelenggarakan Kuliah Umum (Studium Generale) yang perkuliahannya diberikan oleh tokoh dari lingkungan pemerintahan, instansi, pemateri dari professional, akademia maupun dunia usaha yang dapat memberikan inspirasi, pengalaman, pemikiran serta wawasan tentang berbagai bidang bagi para mahasiswa, " kata Agus.
Agus mengatakan peserta kuliah umum ini mencapai 300 orang. Mereka berasal dari berbagai fakultas teknik di ITB dan sisanya melalui online.
Materi Kuliah Umum juga disampaikan oleh Dr rer nat Ir R Mohammad Rachmat Sule ST MT, Dosen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB.
Prof Ir Sanggono Adisasmito MSc PhD
Ir M Agus Kariem ST MT PhD IPM
Sanggono
kuliah umum
ITB
Transisi Energi
Net Zero Emisi 2060
PLN UID Jabar Dorong Transisi Energi, Penjualan REC Meningkat Signifikan |
![]() |
---|
Bebas Sampah Bukan Mimpi, BSID Luncurkan Platform untuk Lawan Krisis Sampah |
![]() |
---|
Diskusi Panel ICMEM 2025 di SBM ITB |
![]() |
---|
ITB Ciptakan Sistem Digitalisasi Peternakan, Bisa Beri Makan Ayam Melalui Ponsel |
![]() |
---|
Sesar Lembang Sebabkan Rentetan Gempa Bumi, Pakar ITB Dorong Pemerintah Beri Perhatian Serius |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.