Sabtu, 2 Mei 2026

Hasil Riset: Warga Kian Khawatir dengan Konten Kekerasan dan Pornografi di Internet

Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi KPID Jawa Barat, yang bersama Universitas Pasundan Bandung telah melakukan riset untuk mengukur kecemasan.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Highwaystarz-Photography via Kompas.com
Ilustrasi media sosial membuat stres 

“Jika negara tidak hadir untuk memberikan perlindungan yang lebih ketat, dampaknya bisa sangat besar bagi masa depan bangsa.”

“Negara harus bertanggung jawab untuk melindungi kognisi masyarakat, terutama dalam konteks konsumsi konten digital. Jika tidak, kita akan menghadapi dampak yang jauh lebih besar, yaitu rusaknya moral bangsa," tambah Adiyana. 

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat, Ineu Purwa Dewi, yang juga menyoroti pentingnya regulasi yang mampu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. 

"Kemajuan teknologi memberikan kemudahan, namun juga membuka celah bagi ancaman seperti pornografi, kekerasan, dan LGBT yang berpotensi merusak moral dan etika generasi muda. Regulasi yang ada saat ini belum cukup untuk menangani persoalan ini," katanya.

Ineu menambahkan bahwa tantangan ini memerlukan revisi regulasi untuk menjawab masalah konten digital yang semakin kompleks dan sensitif. 

“Ini saatnya untuk memperbaharui regulasi yang ada agar bisa mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat saat ini," ujarnya.

Hematnya, dalam menghadapi tantangan era digital ini, kolaborasi antara pemerintah, lembaga penyiaran, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem media digital yang sehat dan aman, serta memastikan bahwa generasi mendatang dapat berkembang dengan moral dan etika yang baik. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved