Minggu, 12 April 2026

Siswa dan Guru SMAN 19 Bandung Bersolek, Pamer Pakaian Khas dari Seluruh Dunia

Sejumlah siswa dan guru SMAN 19 Bandung, memerkan pakaian khas dari setiap negara di seluruh dunia saat mengikuti Internasional Culture Festival.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Siswa dan guru SMAN 19 Bandung saat mengikuti Internasional Culture Festival. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah siswa dan guru SMAN 19 Bandung, memerkan pakaian khas dari setiap negara di seluruh dunia saat mengikuti Internasional Culture Festival yang digelar oleh pihak sekolah, Kamis (21/11/2024).

Dengan memakai pakaian khas dari berbagai negara itu siswa dan guru bersolek agar berpenampilan menarik, kemudian mereka menyusuri ruas Jalan Ir Djuanda hingga Patung Cepot lalu kembali lagi ke lingkungan sekolah.

Aksi siswa dan guru tersebut menarik perhatian warga karena pakaian yang mereka gunakan memang jarang terlihat di Indonesia, sehingga sejumlah warga banyak yang mengabadikan momen itu dengan ponselnya masing-masing.

"Acaranya menarik, saya baru pertama kali ikutan karena baru kelas X dan diwajibkan harus ikut. Ini pakai baju khas dari Thailand," ujar siswa SMAN 19 Bandung, Silvi Aurellia (16) saat ditemui di lokasi, Kamis (21/11/2024).

Dia sendiri memakai baju berwarna emas yang lengkap dengan pernak perniknya, termasuk memasang mahkota di kepalanya. Dengan penampilan seperti itu, Silvi tampak percaya diri, bahkan sesekali berswafoto dengan teman-temannya.

Silvi mengatakan, setiap kelas harus mengirimkan perwakilan siswa yang memakai pakaian khas tersebut dan kelas dia sendiri sepakat untuk memilih pakaian khas dari negara Thailand karena lebih unik dan menarik.

"Saya bajunya sewa dari uang kas, tadi karnavalnya seru banget karena keliling keluar sekolah sampai Patung Cepot terus balik lagi kesini, setelah karnaval langsung dinilai," katanya.

Sementara siswa lainnya Rizky Komara (17) memilih pakaian khas dari negara Prancis untuk mengikuti Internasional Culture Festival tersebut karena hal ini sudah disepakati oleh teman-teman satu kelasnya.

"Saya ikutan ini untuk meramaikan kegiatan, saya pakai kostum dari Prancis karena kostum ini merupakan kostum yang banyak dipakai dan memudahkan buat murid-muridnya juga," ucap Rizky.

Pakaian khas yang dipakai Rizky cukup simpel karena dia hanya memakai kemeja putih panjang dilengkapi rompi berwarna hitam layaknya pria-pria Prancis yang hendak menghadiri sebuah pesta.

"Untuk kostum sendiri kami sewa karena satu kelas ini semuanya sama dari Prancis, ini hasil kesepakatan bersama dan tadi acaranya seru meriah juga," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala SMAN 19 Bandung, Imam Lubis Sasono mengatakan, Internasional Culture Festival  tersebut digelar untuk memperingati Hari Uang Tahun (HUT) sekolah ke-39 dengan mengusung konsep festival budaya.

"Festival budaya ini sudah tiga tahun berjalan kita menampilkan budaya-budaya nasional. Sebelumnya budaya Jawa Barat, tahun kemarin budaya nasional, dan sekarang anak-anak punya ide budaya internasional," ujar Imam.

Ia mengatakan, kegiatan budaya tersebut digelar karena sudah sesuai dengan visi sekolah yang ingin memberikan pemahaman budaya kepada anak-anak budaya Internasional supaya mereka tahu jika suatu saat ini mereka tinggal atau bekerja di luar negeri.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved