Rombel Kelas X Bertambah, SMAN 19 Bandung Siapkan Rencana Belajar di Luar Ruangan
Kepala SMAN 19 Bandung tengah menyiapkan rencana pembelajaran di luar ruangan bagi siswa di kelas X yang jumlah rombelnya bertambah.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat mengizinkan SMA dan SMK yang jumlah rombongan belajar (rombel) bertambah menjadi 50 siswa untuk belajar di luar ruangan atau outdoor.
Kepala SMAN 19 Bandung, Imam Lubisasono, mengaku tengah menyiapkan rencana pembelajaran di luar ruangan bagi siswa di kelas X yang jumlah rombelnya bertambah.
Menurut dia, rencana tersebut disiapkan dalam waktu dekat di tengah-tengah penyesuaian waktu pembelajaran di SMAN 19 Bandung yang kini resmi dibagi menjadi dua sif, yakni pagi dan siang.
Baca juga: 8 Organisasi Sekolah Swasta Menggugat Dedi Mulyadi ke PTUN, Imbas Penambahan Rombel Program PAPS
Pasalnya, SMAN 19 Bandung mendapatkan bantuan revitalisasi kelas dari pemerintah pusat, sehingga sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk kelas XI dan XII digelar pada pagi hari, sedangkan kelas X pada siang hari.
"Insyaallah kami akan melaksanakan juga pembelajaran di luar kelas. Saat ini, masih penyesuaian, karena ada proses pembangunan, sehingga waktu belajar dibagi dua sif," kata Imam Lubisasono saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Rabu (6/8/2025).
Ia mengatakan, proses pembangunan ruang guru, laboraturium, dan ruang kelas baru itu pun membuat areal luar ruangan di SMAN 19 Bandung terbatas, karena harus memerhatikan faktor keselamatan.
Selain itu, pihaknya relatif membutuhkan waktu lebih lama untuk pengkondisian KBM yang kini dibagi menjadi dua sif tersebut, dan termasuk menyusun rencana pembelajaran di luar ruangan.
"Di SMAN 19 Bandung ada panggung dan lapangan basket yang biasanya digunakan untuk pelajaran olah raga, tetapi ke depannya akan dimaksimalkan untuk pembelajaran di luar ruangan," ujar Imam Lubisasono.
Imam menyampaikan, mulai semester pertama tahun ajaran 2025/2026 SMAN 19 Bandung bekerja sama dengan Boeing Indonesia menyelenggarakan kokorikuler bagi para siswa.
Baca juga: Siswa Ngeluh Kepanasan di Rombel 50 Siswa, Disdik Jabar Izinkan Belajar di Luar Ruangan
Dalam kokorikuler tersebut, para siswa SMAN 19 Bandung akan diberikan materi untuk belajar tentang kedirgantaraan selama tiga bulan penuh, yaitu dari mulai Agustus - November 2025.
"Ini untuk mengurangi kebosanan siswa, dan teknis pelaksanaannya ada pertemuan tertentu untuk belajar mengenai kedirgantaraan. Rencananya kami akan melaunching bersama Boeing Indonesia pada pekan depan," kata Imam Lubisasono.
| Bupati Karawang Lantik 199 Kepsek: Tak Ada Cerita Jabatan Ditukar Sesuatu |
|
|---|
| Warga Bandung Puas, Perubahan di Sekolah Terasa dari Ruang Belajar hingga Kesehatan Mental Siswa |
|
|---|
| Disdik Kota Bandung Gelar Bimtek Penguatan Peran Guru BK Demi Kesehatan Mental Siswa |
|
|---|
| 3.144 Guru Honorer Kota Bandung Belum Gajian Tiga Bulan, Regulasi Pusat Jadi Penyebab |
|
|---|
| Sekolah Maung Usulan Dedi Mulyadi Bakal Terealisasi Tahun Ini, Sedang Dikebut Disdik Jabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Peserta-saat-mengikuti-tes-terstandar-daerah-SPMB-tahap-dua-di-SMAN-19-Bandung.jpg)