Mengenal Deep Learning Disebut Mendikdasmen Abdul Mu'ti Bakal Gantikan Kurikulum Merdeka Belajar
Mendikdasmen Abdul Mu'ti sempat mengatakan akan menggagas Kurikulum Deep Learning sebagai pengganti Kurikulum Meredeka Belajar.
Penulis: Salma Dinda Regina | Editor: Salma Dinda Regina
TRIBUNJABAR.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sempat mengatakan akan menggagas Kurikulum Deep Learning sebagai pengganti Kurikulum Meredeka Belajar.
Mu'ti menyatakan Kurikulum Deep Learning sebagai pengganti Kurikulum Merdeka Belajar dalam sebuah kegiatan.
Pernyataan itu kemudian direkam hingga dibagikan ke media sosial.
Menurutnya, deel learning memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa.
Ada tiga elemen yang utama, yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Leraning, dan Joyfull Learning.
Baca juga: Komisi V DPRD Jabar Setuju Ujian Nasional Kembali Diterapkan, Namun dengan Syarat Ini
- Mindfull Learning: menyadari keadaan murid berbeda-beda
- Meaningfull Learning: mendorong murid berpikir dan terlibat dalam proses belajar
- Joyfull Learning: mengedepankan kepuasan dan pemahaman mendalam.
Lantas, apa itu deep learning yang disebut akan menggantikan Kurikulum Merdeka Belajar?
Deep Learning sebagai pendekatan belajar
Abdul Mu'ti mengungkapkan, istilah deep learning atau pembelajaran mendalam adalah pendekatan belajar untuk meningkatkan kapasitas siswa.
Namun, dia membantah deep learning dianggap sebagai sebuah kurikulum pendidikan.
"Deep learning itu bukan kurikulum. Itu pendekatan belajar," ujarnya usai acara "Pak Menteri Ngariung" di halaman Kantor Badan Bahasa, Jakarta, Sabtu (9/11/2024), dikutip dari Kompas.com.
Mu'ti menegaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini masih mengkaji kurikulum pendidikan yang akan diterapkan di Indonesia.
Meski begitu, dia memastikan Kemendikdasmen belum memutuskan untuk mengganti Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan pada masa jabatan Mendikbudristek Nadiem Makarim.
"Belum ada keputusan soal itu, yang saya sampaikan itu soal pendekatan belajarnya," tegas Mu'ti.
Baca juga: Sosok Abdul Muti Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prabowo, Dulu Tolak Jadi Wamen Jokowi
Di sisi lain, Mu'ti menyatakan pihaknya akan mengkaji materi-materi, uruta, serta bobot untuk pembelajaran sehingga tidak membebani murid dan guru.
Dia juga berjanji akan mengkaji ulang penerapan kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar, Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan jalur zonasi, serta penghapusan Ujian Nasional (UN)
Apa itu deep learning?
Menurut Kamus Cambridge, deep learning atau pembelajaran mendalam adalah cara untuk mempelajari sesuatu sehingga sepenuhnya memahami hal itu dan tidak akan melupakan pembelajaran tersebut.
Dalam segi komputasi, deep learning adalah sejenis pembeajaran mesin atau proses komputer meningkatkan kemampuan untuk melakukan tugas dengan menganalisis data baru yang menggunakan banyak lapisan pemrosesan data.
Menurut Catherine McAuley College, deep learning membuat pelajar mampu berpikir kritis, komunikasi, serta bekerja dengan orang lain secara efektif di semua mata pelajaran.
Deep learning membuat murid bisa mengarahkan ilmu dan mengambil hal yang dipelajari untuk diterapkan ke situasi lain sebagai pembelajaran seumur hidup.
Pada pembelajaran mendalam, murid akan meneliti fakta dan ide baru secara kritis serta mengaitkannya ke struktur kognitif dan membuat banyak kaitan antara ide yang ada.
Karekter pembelajaran ini fokus mencari konsep memecahkan masalah, aktif berinteraksi, menggabungkan berbagai modul belajar, dan menerapkan pembelajaran ke kehidupan nyata.
Murid yang menerapkannya menjadi punya rasa ingin tahu dan percaya diri, terlibat secara mental, berpendidikan yang sesuai, serta fokus pada minat dan manajemen waktu baik.
Baca juga: Kabar Bahagia Jelang Sidang Perdana, Supriyani Dibantu Jadi Guru PPPK oleh Mendikdasmen Abdul Muti
Guru dengan sistem deep learning akan melibatkan mrid dalam pembelajaran, mengaitkan materi ke pengetahuan murid, tidak menghukum kesalahan dan menghargai usaha murid, serta bersikap adil dalam penilaian.
Contoh dari deep learning yakni murid diajak menciptakan suatu karya sambil menghitung biaya pembuatan dan bahan-bahan yang diperlukan. Karya itu kemudian diterapkan ke kehidupan sehari-hari.
Berbeda dari pembelajaran mendalam, kebalikan dari deep learning adalah surface learning atau pembelajaran permukaan.
Surface learning hanya membuat murid menerima fakta baru tanpa berpikir kritis, fokus pada hafalan, pasif menerima informasi, tidak mengembangkan materi, dan belajar untuk ujian.
Murid dengan surface learning tidak fokus pada bidangnya, kurang pengetahuan, beban belajar terlalu tinggi, dan hanya sekadar mengingat informasi.
Guru dalam pembelajaran ini juga tidak memberikan materi yang mendalam, membiarkan murid pasif, menilai soal isian pendek, dan memberi beban tugas banyak untuk murid.
Contoh surface learning adalah guru hanya memberi pelajaran ke murid di kelas. Kemudian, murid harus menghafal pelajaran tadi untuk dites dalam ujian sekolah.
Baca berita Tribun Jabar lainnya di GoogleNews.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Mendikdasmen
Kurikulum Merdeka Belajar
Abdul Muti
deep learning
| Kepastian Gaji Guru Non-ASN di Jabar: SE Mendikdasmen Jadi Solusi, Pemda Tak Lagi Ragu Soal Anggaran |
|
|---|
| Farhan Pasang Badan! Cegah PHK Massal 3.144 Guru Honorer Bandung Akibat Aturan Baru Mendikdasmen |
|
|---|
| Nasib 200 Ribu Guru Honorer Terancam! Larangan Mengajar Mulai 2027 Jadi Pedang Bermata Dua |
|
|---|
| Nasib 'Mengambang' Guru Honorer di Ujung Tahun 2026, Tunggu Kejelasan dari Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Jasa Guru Honorer Terancam 'Diputus' Tahun Depan, Pengamat Ingatkan Risiko Kurang Tenaga Pengajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Abdul-Muti-Rabu-632024.jpg)