Selasa, 12 Mei 2026

Mengenal Deep Learning Disebut Mendikdasmen Abdul Mu'ti Bakal Gantikan Kurikulum Merdeka Belajar

Mendikdasmen Abdul Mu'ti sempat mengatakan akan menggagas Kurikulum Deep Learning sebagai pengganti Kurikulum Meredeka Belajar. 

Tayang:
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, setelah membuka acara Olympic Ahmad Dahlan VII di SOR Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (6/3/2024). 

TRIBUNJABAR.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sempat mengatakan akan menggagas Kurikulum Deep Learning sebagai pengganti Kurikulum Meredeka Belajar. 

Mu'ti menyatakan Kurikulum Deep Learning sebagai pengganti Kurikulum Merdeka Belajar dalam sebuah kegiatan. 

Pernyataan itu kemudian direkam hingga dibagikan ke media sosial.

Menurutnya, deel learning memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

Ada tiga elemen yang utama, yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Leraning, dan Joyfull Learning.

Baca juga: Komisi V DPRD Jabar Setuju Ujian Nasional Kembali Diterapkan, Namun dengan Syarat Ini

  • Mindfull Learning: menyadari keadaan murid berbeda-beda 
  • Meaningfull Learning: mendorong murid berpikir dan terlibat dalam proses belajar 
  • Joyfull Learning: mengedepankan kepuasan dan pemahaman mendalam. 

Lantas, apa itu deep learning yang disebut akan menggantikan Kurikulum Merdeka Belajar?

Deep Learning sebagai pendekatan belajar

Abdul Mu'ti mengungkapkan, istilah deep learning atau pembelajaran mendalam adalah pendekatan belajar untuk meningkatkan kapasitas siswa. 

Namun, dia membantah deep learning dianggap sebagai sebuah kurikulum pendidikan. 

"Deep learning itu bukan kurikulum. Itu pendekatan belajar," ujarnya usai acara "Pak Menteri Ngariung" di halaman Kantor Badan Bahasa, Jakarta, Sabtu (9/11/2024), dikutip dari Kompas.com.

Mu'ti menegaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini masih mengkaji kurikulum pendidikan yang akan diterapkan di Indonesia. 

Meski begitu, dia memastikan Kemendikdasmen belum memutuskan untuk mengganti Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan pada masa jabatan Mendikbudristek Nadiem Makarim. 

"Belum ada keputusan soal itu, yang saya sampaikan itu soal pendekatan belajarnya," tegas Mu'ti. 

Baca juga: Sosok Abdul Muti Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prabowo, Dulu Tolak Jadi Wamen Jokowi

Di sisi lain, Mu'ti menyatakan pihaknya akan mengkaji materi-materi, uruta, serta bobot untuk pembelajaran sehingga tidak membebani murid dan guru.  

Dia juga berjanji akan mengkaji ulang penerapan kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar, Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan jalur zonasi, serta penghapusan Ujian Nasional (UN)

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved