Digitalisasi Ekonomi Rakyat Melalui QRIS Meningkat Pesat
Berdasarkan data BI Jawa Barat, hingga Agustus 2024 sudah ada sekitar 11 juta pengguna QRIS di Jaw Barat.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Hanya saja, kata dia, perlu diminimalisir keluhan seperti adanya potongan transaksi tarif sebagai biaya jasa ketika pembeli menggunakan pembayaran QRIS.
“Walau diklaim kecil, hanya 0,3 persen - 0,7% setiap transaksi diatas Rp. 100 ribu, sampai pada kendala jaringan internet yang belum stabil/merata yang akan mengganggu proses pembayaran uang digital melalui QRIS,” katanya.
Selain itu, Bank Indonesia juga dapat mendorong penyelenggara sistem pembayaran untuk melakukan real time settlement atau sistem transfer dana elektronik antar bank yang dilakukan secara real time.
“Perlu juga diatur sekiranya terjadi real time settlement dapat dilakukan beberapa kali dalam satu hari, jadi tidak lagi pembayaran settlement nya per total transaksi (per hari). Karena ini akan membuat bingung pencatatan transaksi jual-beli pada pedagang,” ucapnya.
| bank bjb Raih Penghargaan Perluasan QRIS Terbanyak di Ajang DIGIWARA 2026 |
|
|---|
| Junanto Herdiawan Resmi Pimpin BI Jabar, Dedi Mulyadi: Fokus Selesaikan Masalah Pinjol dan Judol |
|
|---|
| Diky Candra Jadi Wali Kota Tasikmalaya, Hari Kedua Hadiri Even Lari QRIS UTHM |
|
|---|
| Dukung Transaksi Lintas Negara Lebih Praktis, Penggunaan QRIS Antarnegara Diperluas |
|
|---|
| Pengalaman Belanja Mancanegara Semakin Menyenangkan Dengan Adanya QRIS Luar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Mira-Wantina-30-melakukan-pembayaran-satu-mangkuk-bakso-menggunakan-QRIS.jpg)