Digitalisasi Ekonomi Rakyat Melalui QRIS Meningkat Pesat
Berdasarkan data BI Jawa Barat, hingga Agustus 2024 sudah ada sekitar 11 juta pengguna QRIS di Jaw Barat.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Sementara modal berjualan, diambil dari pembayaran tunai. Perbandingannya, transaksi nontunai sekitar lima persen dari keseluruhan.
Pemandangan serupa juga ditemukan di warung sayur, di Perumahan Griya Bandung Indah (GBI).
Dedeh (42), pemilik warung sudah dua tahun menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran, setelah diperkenalkan salah satu lembaga keuangan. Bahkan, beberapa warung di kawasan GBI itu pun difasilitasi mulai dari pembukaan rekening hingga pemasangan lembaran QRIS.
”Awalnya banyak yang tanya bayar pakai QRIS, tanteu (Dedeh) mah kan jadul (jaman dulu) jadi tidak tahu, kemudian ada orang bank nawarin. Setelah dicoba, ternyata tidak susah,” ujar Delvi.
Setelah menyediakan QRIS, kata dia, transaksi jadi lebih cepat dan praktis, serta tidak perlu menyiapkan uang kembalian yang kadang sulit dicari. Keuntungan lainnya, kata dia, bisa terhindar dari peredaran uang palsu dan uang yang diperoleh langsung ditabung ke rekening.
Lela (29) salah satu pelanggan di warung sayur milik Dedeh, mengaku terbantu dengan adanya sistem pembayaran QRIS.
"Uang belanja dari suami kan ditransfer ya, jadi repot kalau harus tarik tunai dulu ke anjungan tunai mandiri (ATM), jadi pakai QRIS saja lebih cepat," ujar Lela.
Digitalisasi di Pasar Rakyat
Sejumlah Pasar Rakyat di Bandung Raya sudah banyak yang menyediakan metode pembayaran QRIS. Penerapan digitalisasi di Pasar Rakyat ini, sudah dilakukan Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah daerah sejak 2019.
Di Bandung Raya, terdapat beberapa Pasar Rakyat yang dijadikan percontohan, seperti Pasar Atas Baru Cimahi, Pasar Cihapit dan Pasar Kosambi.
Digitalisasi Pasar Rakyat ini, merupakan bagian dari Program Pasar dan Pusat Perbelanjaan S.I.A.P. (Sehat, Inovatif dan Aman Pakai) – QRIS.
Di Pasar Cihapit misalnya, hampir semua pedagang sudah menyediakan QRIS sebagai alternatif transaksi. Mujiati (56) salah satu pedagang bumbu dapur salah satunya.
“Saya baru sih, ya (menyediakan QRIS),” ujar Mujiati.
Mujiati mengaku mulai menggunakan QRIS sejak 2023, setelah banyak platform pembayaran dan bank yang datang ke Pasar Cihapit untuk mensosialisasikan penggunaan QRIS. Termasuk dari BI Jawa Barat.
“Kalau saya diajarin sama orang BRI, dibuatkan ini nya (QRIS) sama tabungannya juga,” katanya.
| bank bjb Raih Penghargaan Perluasan QRIS Terbanyak di Ajang DIGIWARA 2026 |
|
|---|
| Junanto Herdiawan Resmi Pimpin BI Jabar, Dedi Mulyadi: Fokus Selesaikan Masalah Pinjol dan Judol |
|
|---|
| Diky Candra Jadi Wali Kota Tasikmalaya, Hari Kedua Hadiri Even Lari QRIS UTHM |
|
|---|
| Dukung Transaksi Lintas Negara Lebih Praktis, Penggunaan QRIS Antarnegara Diperluas |
|
|---|
| Pengalaman Belanja Mancanegara Semakin Menyenangkan Dengan Adanya QRIS Luar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Mira-Wantina-30-melakukan-pembayaran-satu-mangkuk-bakso-menggunakan-QRIS.jpg)