Manfaatkan Lahan Tidur, Petani Muda di Pangandaran Dapat Berkah, Panen Tomat hingga 3 Ton
Saat petani padi gagal tanam, mereka yang mayoritas petani muda ini berhasil berkebun tomat hingga bisa menghasilkan 1 kwintal dalam sekali petik.
Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Petani di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendapat rezeki dengan memanfaatkan lahan tidur.
Mereka menyulap lahan tidur dengan luas sekitar 1 hektar menjadi kebun tomat yang kondisinya terlihat tumbuh subur dan segar.
Saat petani padi gagal tanam, mereka yang mayoritas petani muda ini berhasil berkebun tomat hingga bisa menghasilkan 1 kwintal dalam sekali petik.
Tomat yang dipanen, mereka jual ke rumah Makan, Pasar, ke jongko-jongko tempat menjual sayuran di wilayah setempat.
Baca juga: Petani Kapulaga di Pangandaran Senang karena Panen, Tapi Sayang Harganya Turun
Penggagas Petani Muda di Ciganjeng, Ade Kusnandar mengatakan, sebelum musim penghujan pihaknya memanfaatan lahan tidur dengan ditanami tomat.
"Alhamdulillah, sudah 4 hari kita bisa memanen buah tomat. Sekali petik, rata-rata kita dapat 1 kwintal," ujar Ade kepada Tribun Jabar di Ciganjeng, Minggu (3/11/2024) siang.
Memilih menanam tomat karena dari mulai tanam hingga petik tidak memerlukan waktu yang cukup lama.
"Kita hanya butuh waktu cuman 65 hari dari tanam hingga petik. Sedangkan masa panen itu bisa hingga 20 kali petikan," katanya.
Kalau selama 20 kali dipanen, artinya bisa mendapat tomat sebanyak 3 sampai 5 ton.
Lumayan dan pemasarannya pun tidak begitu kesulitan.
"Harganya per kilogram hanya Rp 5 ribu untuk kondisi tomat yang masih segar-segar," ucap Ade.
Kordinator POPT Kabupaten Pangandaran, Nanang nurdiansyah mengatakan, terkait pengendalian hama penyakit pada tanaman tomat saat ini tidak terlalu rumit.
Baca juga: Pasangan Syakur-Putri Dapat Dukungan dari Petani Kapulaga pada Pilkada Garut 2024
Karena, kondisi iklim tidak mendukung untuk perkembangan hama penyakit.
"Budidaya toman saat ini, memang terbilang bagus. Namun harganya masih murah karena mungkin produksinya sedang banyak," ujarnya. *
| KDM Disentil Sekjen SPP soal Dugaan Penganiayaan Sesepuh Cikatomas, Dinilai Sebarkan Info Keliru |
|
|---|
| Tempat Hiburan Malam di Pangandaran Dirazia, 11 Orang Tanpa Identitas Diamankan |
|
|---|
| PLN Dorong Produktivitas Petani Sumedang, Panen Bisa Tiga Kali Setahun Lewat Pompa Air Listrik |
|
|---|
| Hidup Serba Kekurangan, Warga Miskin di Pangandaran Harap Dikunjungi Bupati |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Cigugur Pangandaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-saat-sejumlah-petani-muda.jpg)