Rabu, 3 Juni 2026

194 Lulusan Apoteker Unjani Diambil Sumpah, Daini Anak Petani Babel Raih Predikat Terbaik

Nilai CBT tertinggi diraih Daini Amanah, putri dari (Alm) Bapak Zamzi dan Ibu Farida asal Desa Cengkong Abang

Tayang:
Istimewa
Nilai CBT tertinggi diraih Daini Amanah, putri dari (Alm) Bapak Zamzi dan Ibu Farida asal Desa Cengkong Abang, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. 

Pada 2018, mengawali bekerja di Rumah Sakit Swasta di Pangkalpinang sebagai nakes. Kemudian, pada 2019 mencoba mengadu nasib dengan mengikuti tes PNS, dia lolos dan menjadi nakes di Puskesmas Melintang Kota Pangkalpinang. Dua tahun mengabdi di Puskesmas, tabungan pun dirasa cukup untuk biaya melanjutkan studi S1.

Didasari niat dan tekat yang kuat, Daini memutuskan untuk mengajukan tugas belajar. Bak gayung bersambut, pengajuan disetujui bahkan didukung oleh Kepala Puskesmas dalam rangka pengembangan SDM Nakes Puskesmas.

Akhirnya, pada 2021 dapat mengikuti pendidikan kelas ekstensi Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi ISTN Jakarta. Sekitar 1,5 tahun menjalani pendidikan, dia berhasil lulus menjadi Sarjana Farmasi dengan IPK 3,89 (cumlaude).

Tanpa pikir panjang untuk terus melanjutkan studi setelah menjadi Sarjana Farmasi, maka jatuhlah pilihan di Program Studi Profesi Apoteker Unjani, lantaran itu satu-satunya perguruan tinggi yang masih membuka penerimaan mahasiswa profesi apoteker pada waktu itu dan telah terakreditasi Baik Sekali (B). 


Selain itu, sebelum memutuskan pilihan untuk melanjutkan pendidikan di Unjani, Daini Amanah terlebih dahulu melakukan riset sebelumnya dengan mencari informasi tentang Unjani melalui internet dan bertanya kepada temannya yang juga merupakan alumni Profesi Apoteker Unjani terkait bagaimana sistem pembelajaran, fasilitas yang diperoleh, dan lingkungan kampus yang ada di Unjani


Setelah itu, Daini Amanah memantapkan pilihannya di Unjani karena berdasarkan hasil riset, dan Unjani menjadi pilihan yang sangat baik untuk melanjutkan Profesi Apoteker. 


"Alhamdulillah berkat doa orangtua, saudara-saudara, dukungan Puskesmas tempat bekerja, dan teman sejawat, saya berhasil lulus menjadi Apoteker terbaik. Apa yang saya dapatkan di Unjani sangat membantu saya dalam mengembangkan kompetensi menjadi seorang apoteker karena banyak pengetahuan baru mengenai kefarmasian yang saya peroleh ketika di Unjani.

Fasilitas yang didapatkan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan, dosen-dosen serta staf di Unjani sangat membantu mahasiswanya baik di kelas maupun di luar kelas, mereka selalu sigap untuk membantu mahasiswanya. Unjani salah satu kampus swasta terbaik. Saya bangga menjadi bagian dari Unjani," katanya.

"Semoga Unjani bisa terus menjadi kampus yang terbaik bagi mahasiswanya dan menciptakan apoteker-apoteker muda yang berkompeten," katanya.(*) 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved